Soal Tarif Listrik, Jonan: Pilih Subsidi atau Pembangunan?

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
11 April 2019 10:44
Soal Tarif Listrik, Jonan: Pilih Subsidi atau Pembangunan?
Labuan Bajo, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan buka suara soal tarif listrik, yang dijanjikan bisa turun dalam 100 hari oleh salah satu calon presiden.

Jonan menjelaskan bukan hal sulit menurunkan tarif listrik dalam waktu singkat, tapi cara yang bisa dilakukan satu-satunya agar tarif listrik bisa turun sampai 20% dalam 100 hari adalah dengan menaikkan subsidi.

"Menurut saya bisa tapi harus tingkatkan subsidi. Nambah hampir dua kali lipat, sekitar Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun," kata Jonan saat berbincang dengan wartawan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/4/2019).




Saat ini anggaran subsidi listrik 2019 ditetapkan Rp 57 triliun. Artinya jika tarif listrik ingin cepat turun subsidinya membengkak jadi Rp 120 triliun.

Dengan angka sebesar itu, Jonan pun menekankan soal prioritas kebijakan.

"Itu mau untuk subsidi atau pembangunan. Pilihan setiap pemerintahan maunya bagaimana, apa mau bangun jalan lagi, bangun kelistrikan di desa desa atau bagaimana?," ujarnya.

Soal Tarif Listrik, Jonan: Pilih Subsidi atau Pembangunan?Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan di Labuan Bajo, NTT, Kamis (11/4/2019). (CNBC Indonesia/Gustidha Budiartie)


Jonan mengingatkan masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang belum terakses listrik. Jika ingin subsidi yang dinaikkan, artinya listrik hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sudah punya akses listrik saja seperti di kota-kota.

"Yang belum ada layanan kelistrikan malah tidak dapat subsidi sama sekali jika tarif diturunkan. Prinsip keadilan sosialnya ini bagaimana nantinya," kata Jonan.

Simak video terkait tanggapan Dewan Energi Nasional (DEN) terhadap tarif listrik di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading