Gubernur Anies Jelaskan LRT Penyebab Banjir Jakarta

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
10 April 2019 09:55
Gubernur Anies Jelaskan LRT Penyebab Banjir Jakarta
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang memang menjadi biang kerok banjir. Menurut Anies penyebab banjir di sekitar proyek LRT adalah kekurangan pompa, bukan karena proyeknya.

Hal itu dikatakannya dalam menanggapi pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang meminta bukti bahwa proyek LRT adalah penyebab banjir di Jakarta.


"Persoalannya adalah kurang pompa, bukan LRT-nya. Karena pompanya kurang maka terjadi banjir. Yang kurang menyediakan pompa adalah pihak kontraktor LRT," kata Anies selesai memberikan sambutan di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (9/4/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.


Menurut Anies seharusnya pihak kontraktor LRT menyediakan pompa yang cukup agar tidak terjadi genangan air hingga banjir di sekitar pembangunan. Ia menilai, jika ketersediaan pompa tercukupi maka mampu menyedot genangan saat terjadi hujan.

"Jadi pompanya harus diberesin, bukan LRT-nya, tapi kontraktor dalam konstruksi. Sudahlah kita ini kerja bersama, semua kerja bersama karena itu kondisi di lapangan menunjukan seperti itu," ujar Anies.

Sebelumnya, geram dengan dua perusahaan BUMN, Adhi Karya dan Waskita Karya. Kegeraman Anies bahkan diungkapkan melalui akun resmi media sosialnya, Facebook dan Instagram, Kamis (4/4/2019).

Semua itu bermula karena dua proyek, yakni LRT Jabodebek dan Tol Becakayu dinilai sebagai biang kerok banjir di sejumlah titik. Penilaian Anies itu didapat langsung usai menginspeksi lokasi-lokasi di sepanjang jalan MT Haryono dan DI Pandjaitan yang tergenang ketika hujan deras dengan volume besar.

"Kami minta pihak kontraktor Adhi Karya (LRT) dan Waskita Karya (Tol Becakayu) segera lakukan koreksi. Kami akan panggil mereka dan review semua proyek mereka di DKI Jakarta," ungkapnya.

"Ini semua ada di AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Ketika menyusun AMDAL, ada kewajiban-kewajiban untuk kontraktor menyiapkan semua instrumen pencegah banjir," tegasnya

Anies menemukan bahwa saluran-saluran air di sepanjang jalan, tertutup oleh lumpur bekas galian dan pilar-pilar pembangunan LRT Jabodebek dan Tol Becakayu. Dia menilai, pihak kontraktor tidak mampu mengantisipasi volume air dari hujan deras.

"Karena pompa yang tersedia bersifat mobile dan kapasitas terbatas," paparnya.

Selain itu, jumlah pompa dinilai masih kurang sehingga kemarin pihak Dinas SDA Pemprov DKI Jakarta membantu agar beban air tidak menumpuk di daerah selatan Jakarta.

"Ini salah satu contoh, mengapa kami selalu minta kepada seluruh kontraktor proyek di Jakarta untuk mematuhi AMDAL dan menyiapkan mekanisme yang baik dalam mengatasi aliran air ketika musim hujan," tandasnya.

Anies mendesak semua pihak tidak menganggap enteng persoalan tersebut. Apalagi, menurutnya lokasi proyek tersebut terletak di jalan-jalan protokol.

"Karena ketika anda lalai menjalankan yang sudah ada dalam rencana, kelalaian itu berimplikasi kepada penderitaan ratusan ribu warga yang ada di sekitar ini, yang lalu lalang sekitar jalan ini. Hari ini kita berikan peringatan keras. Dan kita akan minta agar tidak terulang lagi," urainya.

Ucapan itu langsung menuai respons berbagai pihak. Menhub Budi Karya Sumadi menanggapinya. Ia meminta Anies memberikan bukti.

"Mungkin saya minta Pak Gubernur itu meneliti lebih jauh ya, kalau berstatement itu kan ada buktinya," kata Budi Karya di Kantor PT IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (7/4/2019) seperti ditulis detik.com.

Tak hanya Menhub, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga angkat bicara.

"Di mananya yang buat banjir? Gak bisa jawab kan? Semua dikoordinasikan," ujar Luhut dalam sebuah bincang pagi bersama awak media di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ia mencontohkan pembangunan stasiun Dukuh Atas yang belum juga dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta. Padahal, persetujuan dari pemerintah pusat sudah lahir sejak dua bulan yang lalu.

"Jadi, saya gak mau di publik saling menyalahkan. Kerjain dong bidang kita masing-masing," kata Luhut. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading