Ketika ASEAN Makin Mesra Lewat Integrasi Keuangan

News - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
05 April 2019 19:29
Ketika ASEAN Makin Mesra Lewat Integrasi Keuangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam pertemuan tahunan di Chiang Rai, Thailand, Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan se-ASEAN kembali menegaskan komitmen untuk mencapai integrasi keuangan di kawasan ini.

Tujuannya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas keuangan di Kawasan ASEAN.

Berdasarkan pers rilis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat (5/4/2019), terdapat tiga poin utama dari komitmen yang telah ditegaskan dan disepakati.


Berikut rinciannya:
  1. Mendorong perdagangan internasional dan investasi sebagai mesin penting pertumbuhan ekonomi serta pembangunan kawasan. Pertumbuhan infrastruktur yang signifikan di beberapa negara anggota ASEAN diyakini dapat meningkatkan investasi, konsumsi, dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  2. Mendukung upaya pemanfaatan teknologi keuangan (financial technology), untuk meningkatkan inklusi keuangan dan sistem pembayaran di kawasan. Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang lebih erat dalam berbagi informasi terkait risiko dunia maya (cyber risk).
  3. Memperkuat kerja sama keuangan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan kawasan yang efektif, melalui peningkatan kapabilitas surveilans dan operasional dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO).

Selain itu, dalam pertemuan tahunan ini, juga disepakati dua poin komitmen lainnya, yakni:
  1. Mendorong terus berlangsungnya sistem pembayaran yang handal, aman, dan efisien, sehingga Kawasan ASEAN dapat berperan sebagai blok ekonomi yang lebih kompetitif.
  2. Mendukung inisiatif pengembangan sistem pembayaran lintas batas antar negara anggota ASEAN, yang diharapkan dapat mendorong perdagangan dan pariwisata intra-ASEAN.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya siap mendukung komitmen-komitmen yang telah ditegaskan dan disepakati dalam pertemuan tahunan tersebut.

Hal ini dikarenakan, Bank Indonesia dan Bank Sentral Kawasan ASEAN lainnya menyadari konektivitas, sustainabilitas, serta resiliensi perekonomian dan sistem keuangan, menjadi tiga pilar utama untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan.

"Bank Indonesia mendukung inisiatif yang dibahas pada kedua pertemuan ASEAN tersebut, yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan ekonomi digital."

"Sesuai visi ASEAN, inisiatif ASEAN tersebut juga harus bertujuan untuk mencapai stabilitas sistem keuangan dan inklusivitas di kawasan."

"Ke depan, Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN akan terus memperkuat kerjasama keuangan regional untuk mencapai kawasan ASEAN yang semakin maju, resilien dan terintegrasi."





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading