Jokowi Janji Pajak Ringan ke Pengusaha Hingga Insentif PHK

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 March 2019 20:54
Jokowi Janji Pajak Ringan ke Pengusaha Hingga Insentif PHK
Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan dengan ribuan pengusaha di Istora Senayan, Jakarta. Acara tersebut bertajuk 10.000 pengusaha mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Di pertemuan tersebut, Jokowi mengungkapkan rencananya bagaimana membuat pajak tidak memberatkan bagi pengusaha, sampai adanya insentif bagi pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kita bicara bagaimana menurunkan pajak korporasi, pajak perusahaan, sehingga bisa memberikan daya saing kepada produk kita, baik di dalam negeri maupun yang berorientasi ekspor. Tapi saya tidak tahu sampai sekarang belum rampung-rampung. Saya ajak beberapa kali bicarakan, kita ingin pajak tidak memberatkan pengusaha," kata Jokowi di acara tersebut, Kamis (21/3/2019).


"Jangan terus mengejar pembayar pajak yang itu-itu saja," imbuh Jokowi.

Kemudian pada kesempatan itu Jokowi mengatakan rencana dia ke depan setelah pembangunan infrastruktur dilakukan. Rencana itu adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan reformasi struktural.

"Kalau itu tidak kita kerjakan, sudah lupakan, kita akan terjebak dalam middle income trap, itu yang kita tidak mau," kata Jokowi.

Jokowi juga memaparkan rencananya menguatkan SDM dengan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dengan tujuan membantu banyak masyarakat Indonesia bisa sekolah. Ada juga kartu prakerja untuk lulusan SMK serta universitas yang mau masuk ke dunia kerja.

"Kita juga akan siapkan insentif termasuk yang kena PHK, ini yang akan kita kerjakan lima tahun ke depan dengan H Ma'ruf Amin," jelasnya.

Jokowi mengajak pengusaha yang hadir untuk tidak golput pada pemilihan presiden yang digelar 17 April 2019 nanti.

"Bapak Ibu mau milih yang didukung oleh organisasi-organisasi yang itu? Mau? Mau? Saya tidak nyebut tapi sudah tahu sendirikan. Jangan takut kalau ditakut-takuti. Tidak perlu takut karena kita dijaga TNI dan Polri untuk jaga proses demokrasi. Kita dijadikan contoh negara-negara lain," tutup Jokowi. (wed/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading