Wika Gedung Bidik Dua Proyek Bandara di Semester I-2019

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 March 2019 20:41
Wika Gedung Bidik Dua Proyek Bandara di Semester I-2019
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) tahun ini membidik dua proyek pengembangan bandara, yakni Bandara Hang Nadim (Kepulauan Riau) dan Bandara Komodo (Nusa Tenggara Timur). Nilai masing-masing proyek ini adalah Rp 1,5 triliun untuk Bandara Komodo dan kisaran Rp 3,5 triliun-Rp 5 triliun untuk Bandara Hang Nadim.

Direktur Investasi dan Pengembangan Wika Gedung Nur Al Fata mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam proses pra-qualification (PQ) untuk dua proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam pengajuan tender ini pihaknya bekerja sama dengan dua operator bandara internasional.

"Tender investasi KPBU bandara banyak diminati asing, ada Changi dan lain-lain ada lima konsorsium untuk Bandara Komodo. Minggu depan PQ KPBU Bandara Hang Nadim, nilainya RP Rp 3,5 triliun-Rp 5 triliun. Itu operatornya yang masuk asing," kata Nur Al Fata di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (21/3).




Dia menyebutkan, pengajuan tender untuk Bandara Komodo bekerja sama dengan operator bandara asal Prancis, Egis International dengan kepemilikan masing-masing 25%. Sementara untuk Bandara Hang Nadim, WEGE dengan kepemilikan 9% maju bersama dengan induk usahanya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 26% dan Indika Grup sebesar 25%.

"Sementara, kami bersama induk usaha, Indika Group, dan AviAlliance mengikuti tender atas proyek pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim. AviaAlliance sendiri merupakan anak usaha dari Hochtief, yang berasal dari Jerman sebesar 40%," jelas dia.



Proyek bandara itu merupakan bagian dari pengembangan konsesi miliknya. Selain bandara, perusahaan juga sedang membidik proyek rumah sakit di Gorontalo dengan nilai proyek sebesar Rp 800 miliar. Proses tendernya akan dimulai bulan depan.


Tahun ini untuk keseluruhan kontrak baru dan carry over yang ditargetkan tahun ini bisa diperoleh sebesar Rp 22,78 triliun. Terdiri dari Rp 11,98 triliun untuk kontrak baru dan Rp 10,80 triliun untuk carry over dari tahun lalu.

Untuk pendapatan perusahaan menargetkan sebesar Rp 7,72 triliun di 2019, naik dari Rp 5,82 triliun yang diperoleh perusahaa sepanjang 2018.

Tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal senilai Rp 1,1 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis konsesi sebesar 71%, infrastruktur sosial sebesar 17% dan meningkatkan aset perusahaan sebesar 13%.

Simak video terkait infrastruktur di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading