Fitch Ramalkan Margin Perbankan Menciut Usai Pilpres Nanti

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 March 2019 20:32
Fitch Ramalkan Margin Perbankan Menciut Usai Pilpres Nanti
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pemeringkat global Fitch Ratings memperkirakan ketatnya likuiditas pada paruh kedua tahun ini bakal menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) industri perbankan.

Menurut Associate Director Fitch Priscilla Tjitra, kondisi likuiditas mengetat sudah tercermin dari rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) industri perbankan Indonsia yang sudah menyentuh 94% pada akhir 2018, naik dari posisi 2017 sebesar 89,6%.

Ketika permintaan kredit masih kuat pada 2018 dengan pertumbuhan 11,8% (naik dari posisi 2017 sebesar 8,2%), yang jelas-jelas mengabaikan kenaikan suku bunga acuan, pertumbuhan deposito justru hanya sebesar 6,5% (melemah dari posisi 2017 sebesar 9,4%).
Fitch Ramalkan Margin Perbankan Mendingin Usai Pilpres Nanti
"Likuiditas perbankan Indonesia akan mengetat semester kedua tahun ini setelah permintaan kredit meningkat usai Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April, dan NIM besar di perbankan akan mengetat akibat persaingan deposito yang mendongkrak biaya pendanaan," tutur Priscilla dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (10/3/2019).


Menurut dia, ketakpastian terkait dengan pilpres April telah menekan permintaan kredit pada triwulan ini. Namun, kredit diperkirakan meningkat lagi setelah hasil pilpres kian jelas, dengan pertumbuhan kuat pada semester kedua tahun ini. Fitch meyakini pertumbuhan kredit masih akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya di kisaran 10%.

"Percepatan pertumbuhan kredit dapat menekan likuiditas jika pertumbuhan deposito terus lambat, sehingga perebutan DPK cenderung menguat dan menaikkan biaya pendanaan secara umum," ujar Priscilla.

Bank berukuran kecil dan menengah berpeluang menjadi korban terparah. "Bank terbesar seharusnya berada di posisi lebih baik menyusul kuatnya deposito dan juga dukungan pendanaan serta likuiditas dari induknya," ujarnya. Bank buku III (bermodal inti Rp5 triliun-Rp 30 triliun) melaporkan rerata LDR sebesar 103,4% pada 2018, tertinggi di industri. 

Angka ini jauh di atas lima bank terbesar nasional yang rata-rata LDR-nya di kisaran 91,6%.
Kelima bank terbesar tersebut memegang 66% pangsa pasar dari seluruh total dana pihak ketiga, sehingga memberikan keunggulan lebih kuat dari sisi sumber pendanaan yang lebih stabil dari pihak ketiga.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Simak video peringatan Bos Bank BCA soal likuiditas perbankan di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]



(ags/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading