Gunung Agung Meletus, Bagaimana Industri Pariwisata di Bali?

News - Ratu Rina Windarty & Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
18 March 2019 16:52
Gunung Agung Meletus, Bagaimana Industri Pariwisata di Bali?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menegaskan hingga saat ini kondisi pariwasata di Bali aman, meskipun terjadi beberapa kali erupsi Gunung Agung.

"Tidak ada gangguan dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga aman. Jadi mohon rekan-rekan media kondisi Bali aman, tidak ada gangguan pariwisata dan masyarakat tidak perlu takut, tetapi dalam hal ini statusnya siaga," ujar Sutopo saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (18/3/2019).



Pada 17 Maret 2019, telah terjadi erupsi Gunung Agung yang tergolong kecil. Pasalnya, tinggi erupsi hanya 500-600 meter dari kawah.

"Status masih tetap siaga level 3, radius berbahaya adalah di dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah, tidak boleh ada aktivitas tidak boleh ada wisatawan dan pendakian di dalam radius 4 kilometer," jelas Sutopo.


Gunung Agung Meletus, Bagaimana Kondisi Pariwisata di Bali?Foto: Andre Ardiansyah/Handout via REUTERS


Selain itu, erupsi juga terjadi di Gunung Bromo, Jawa Timur. Namun, erupsi tersebut masih tergolong aman dengan status level 2 waspada. Sehingga, Sutopo menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk memperhatikan radius berbahaya, yakni 1 kilometer dari puncak kawah.

"Erupsi Gunung Bromo sebenernya udah hampir dua minggu berlangsung terjadi erupsi terus menerus. Pariwisata aman, artinya masyarakat masih bisa menikmati berkunjung di bromo asal tidak lakukan aktifitas didalam radius 1 km dari puncak kawah," ujar Sutopo.

"Jalur penerbangan bandara Abdul Rahman Saleh aman, beroperasi normal dan sampai saat ini belum ada gangguan, semua aktivitas penerbangan masih berjalan lancar. Belum perlu masyarakat mengungsi," lanjutnya.



Warga Malaysia
Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia mengonfirmasi ada dua warga negaranya yang menjadi korban gempa di Lombok, NTB. Korban pertama bernama Tai Siew Kim, wakil pemimpin redaksi Harian Sin Chew, yang sedang berlibur. Korban kedua adalah Lim Sai Wah.

Dilansir The Star, sebanyak tujuh warga negara Malaysia juga terluka dan sedang menerima perawatan di rumah sakit setempat. Sedangkan 13 orang lainnya selamat.

Tim penyelamat menemukan mayat korban kedua, yaitu Lim Sai Wah, terjepit di antara puing-puing batu dari tanah longsor di air terjun Tiu Kelep.

Seorang agen wisata bernama Suminggah mengatakan sekelompok yang terdiri dari 28 wisatawan Malaysia tiba di Lombok pada 14 Maret dan dijadwalkan kembali pada Senin malam. Sebanyak 22 turis telah pergi ke air terjun sementara enam lainnya tetap di hotel mereka di Mataram.

Dia juga mengatakan bahwa enam dari 22 wisatawan terluka dan dibawa ke pusat kesehatan untuk dirawat. Suminggah mengatakan dia telah diberi tahu bahwa mayat orang Malaysia kedua hanya dapat dipindahkan pada hari Senin.

"Kami belum menerima informasi apa pun tentang identitas orang tersebut. Kami telah memiliki kendala komunikasi dan berbagai masalah lainnya," katanya.

Simak video terkait tsunami Selat Sunda di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading