Debat Cawapres 2019: Ini Dia 5 Prioritas di Bidang Kesehatan

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
17 March 2019 18:38
Debat Cawapres 2019: Ini Dia 5 Prioritas di Bidang Kesehatan Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Jakarta, CNBC Indonesia - Tema kesehatan akan menjadi satu dari tiga tema besar yang menjadi pembahasan dalam Debat Calon Wakil Presiden (cawapres) tahap yang akan digelar pada malam ini, Minggu (17/3/2019) di Hotel Sultan, Jakarta.

Dua tema lainnya yang akan jadi bahasan debat antara cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ialah pendidikan dan ketenagakerjaan.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan pemerintah masih menghadapi tantangan lima isu strategis yang menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan 5 tahun ke depan (2020-2024).



Kelima isu utama tersebut telah diidentifikasi dalam Rakerkesnas (Rapat Kerja Nasional) tahun 2019 yakni angka kematian ibu atau angka kematian neonatal yang masih tinggi, stunting, tuberculosis (TBC), Penyakit Tidak Menular (PTM), dan cakupan imunisasi dasar lengkap.

Oleh sebab itu, katanya, salah satu kunci untuk menjawab tantangan lima persoalan tersebut ialah dengan penelitian dan pengembangan kesehatan.


Menurut Menkes, peran komponen penelitian dan pengembangan kesehatan harus terus diperkuat agar dapat menjawab tantangan lima isu tersebut.

''Untuk mempercepat upaya-upaya dalam mengatasi lima program prioritas di atas, Badan Litbangkes mempunyai peranan penting dengan menyediakan data dan informasi hasil Litbangkes untuk bahan kebijakan program kesehatan'', ujar Menkes Nila dalam keterangan resmi dikutip CNBC Indonesia, Minggu (17/3/2019).

Menurut Nila, data hasil Litbangkes berskala nasional sangat diperlukan untuk mengevaluasi program nasional, salah satunya Riskesdas dan Burden of Disease atau BoD (mengukur besarnya perbandingan health loss dari semua macam penyakit mayor).


Data Riskesdas 2018 menunjukkan angka stunting berhasil turun dari 37,2 % (2013) menjadi 30,8%. Hanya saja angka tersebut masih lebih tinggi dari angka yang direkomendasikan WHO yaitu 20%. Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

Riskesdas juga mengungkapkan terjadi peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang memerlukan strategi penanganan dan pengendalian khusus.

Berdasarkan hasil BoD, beban penyakit yang ditunjukkan dengan Tahun Hidup Yang Hilang akibat Kematian Dini dan Disabilitas karena Sakit atau DALY Lost, pada periode 1990-2017, bergeser secara signifikan dari PM (Penyakit Menular) ke PTM. Bahkan pada tahun 2017, secara nasional beban PTM mencapai proporsi 70%.


Simak pernyataan CEO World Bank terkait dengan stunting di Indonesia.
[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading