Tarik-tarikan Tarif Ojol Antara Driver, Kemenhub, dan Grab Cs

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
13 March 2019 09:11
Kementerian Perhubungan (Kemenub) bersiap menerbitkan aturan soal ojek online (ojol).
Grab dan Go-Jek sepakat untuk mendukung aturan ojek online yang segera diterbitkan Kementerian Perhubungan. Kedua aplikator itu berharap polemik yang selama ini muncul akan selesai dengan terbitnya aturan tersebut.

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan, selama pembuatan aturan ini Grab telah diberikan kesempatan untuk memberi masukan.

"Saya percaya ini masih berproses. Mudah-mudahan selesai dengan baik. Terus terang kami hadir di banyak daerah, menjaga betul hubungan," ujar pria yang kerap dipanggil Nanu dalam rapat audiensi dengan DPR di Jakarta, Senin (11/3/2019).


Nanu menambahkan unsur keselamatan yang diusung dalam aturan ini merupakan hal penting. Sebab itu, Grab memberikan perlindungan melalui asuransi dengan nilai pertanggungan sampai Rp 50 juta.

Selain itu, Grab juga ikut menjaga kearifan lokal dengan salah satunya Grab Bentor di Sumatera Utara.

"Ada beberapa hal yang belum selesai mungkin tadi keseimbangan, bagaimana pengemudi bisa bawa pulang dengan baik tapi juga pengguna nyaman," ujar Nanu.



Sementara itu, Chief of Public Policy and Government Relations Shinto Nugroho mengaku belum mengetahui detail rancangan tersebut. Meski begitu, dia berharap kebijakan pemerintah senantiasa dapat mengakomodir berbagai aspirasi.

"Yang terkait dengan kesejahteraan para mitra pengemudi selaku wirausaha mandiri, keberlangsungan usaha mitra UMKM kami, serta kenyamanan masyarakat sebagai pengguna layanan," lanjutnya.

Terlebih, menurutnya transportasi online ini sudah jadi sebuah keniscayaan dan kuenya sudah ada. Kalau kue semakin besar bukan hanya konsumen dan pengemudi yang terdampak.

"Tapi impact-nya besar, pertumbuhan UMKM, ada UMKM kuliner juga, juga yang berasal dari rumah, kekuatan Indonesia," urainya.



Dalam kesempatan yang sama, tim 10 yang merupakan perwakilan asosiasi driver ojol menegaskan bahwa pihaknya tetap menuntut tarif ideal batas bawah Rp 2.400/km. Angka itu dinilai tepat karena sudah memperhitungkan perlindungan konsumen.

"Kami sangat concern ke tarif, sekarang jauh dari ideal. Tuntutan kami Rp 2.400/km sangat ideal. Kami minta tarif langsung sebagai perlindungan konsumen di angka Rp 2.400," kata salah satu perwakilan Tim 10, saat audiensi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Tim 10 menjelaskan dengan tarif saat ini tidak ideal. Karena dengan perhitungan mendapatkan 15 trip, berarti mendapat order jarak pendek di angka Rp 120.000 dalam sehari.

"Belum uang bensin, makan dan lainnya. Artinya kami bekerja istirahat 8-10 jam bawa uang Rp 120.000 sehari. Dengan 15 order dapat Rp 80.000. Kami tidak ingin menang sendiri. Kami minta tarif langsung sebagai perlindungan konsumen di angka Rp 2.400," katanya lagi.

Tarik-tarikan Tarif Ojol Antara Driver, Kemenhub, dan Grab CsFoto: Infografis/Tarif Baru Ojek Online/Edward Ricardo



(miq/miq)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Sah! Ini Aturan untuk Gojek & Grab Selama Berlakunya PSBB

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading