Eddy Sariaatmadja, Obama dan Harta Rp 18,2 T

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 March 2019 09:09
Eddy Sariaatmadja, Obama dan Harta Rp 18,2 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir Juni 2017, ada kejadian tak biasa di Menteng, Jakarta Pusat. Kala itu, sekitar pukul 19.00 WIB, Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama beserta rombongan, datang ke Menteng, bukan untuk bernostalgia soal masa kecilnya, tapi makan malam bersama di kediaman Chief Executive Officer (CEO) PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), Eddy Kusnadi Sariaatmadja.

Obama tampak santai, mengenakan Polo shirt dan melambaikan tangan kepada awak media dari jendela mobilnya sebelum tiba di rumah Eddy di Jalan Lumajang itu. Publik kemudian tahu, kehadiran Obama di jamuan makan malam itu bercengkrama dengan sang pendiri Emtek, sebab, keesokan harinya, Obama menjadi pembicara di forum diaspora Indonesia, yang kebetulan disponsori Emtek Group.

Baru-baru ini, majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat, Forbes kembali merilis daftar terbaru jajaran orang terkaya di seluruh dunia atau Forbes World's Billionaires 2019. Sebanyak 21 orang taipan asal Indonesia masuk dalam jajaran orang terkaya versi Forbes di 2019. Eddy Sariaatmadja berada di peringkat ke-15 dengan total kekayaan sebesar US$ 1,3 miliar atau setara Rp 18,2 triliun.

Lahir di Jakarta, 11 Desember, 55 tahun lalu, Eddy adalah satu pengusaha yang berhasil di industri pertelevisian. Bisnis itu dimulai dari Emtek Grup.


Pada tahun 80-an, Elang Mahkota Teknologi adalah perusahaan yang bergerak di bisnis distributor komputer Compaq, kala itu perusahaan mendapat hak eksklusif sebagai disributor resmi.

Seiring laku bisnis yang terus berkembang, Eddy mulai melirik bisnis televisi, pengetahuan bisnis media itu sejalan dengan latar belakang pendidikannya di bidang Engineering Science di University of New South Wales, Australia, menjadi modal bagi usahanya di bidang teknologi, khususnya media pertelevisian.

Di bawah kepemimpinannya, pada 2006, aset yang dimiliki PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang menaungi SCTV, mampu meraih keuntungan hingga senilai Rp 1,82 triliun. Penjualan bersihnya mencapai Rp 1,2 triliun. Keluarga Eddy Kusnadi mampu menguasai saham SCTV sebesar 78,69%.

Setahun sebelumnya, Eddy membeli saham SCTV dan mayoritas kepemilikan Surya Citra Media berada di tangan Eddy. Selain itu, Eddy Kusnadi membeli saham dari PT Citrabumi Sacna milik Henry Pribadi serta PT Indika Multimedia milik Agus Lasmono, putra salah satu pendiri SCTV.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia, saat ini Eddy memiliki porsi kepemilikan saham terbesar di Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dengan kepemilikan 24,91% atau 1,40 miliar saham.

Saat ini harga saham EMTK berada di level Rp 8.375/saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 47,24 triliun. Sedangkan, EMTK menjadi pemegang saham pengendali atas SCMA dengan porsi kepemilikan sebesar 60,88% atau setara 8,90 miliar saham. Saat ini harga saham SCMA berada di level Rp 1.815/saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 26,54 triliun.

Tidak hanya itu, Emtek Group juga mengakuisisi stasiun televisi Indosiar pada 2011 dengan nilai kesepakatan Rp 1,6 triliun, salah satu anggota dari the big four dalam bisnis media pertelevisian di Indonesia.

Eddy Sariaatmadja, Obama dan Harta Rp 18,2 TFoto: IST

Sadar akan media digital terus berkembang, pada 2012, Eddy masuk ke bisnis media online dengan membentuk PT Kreatif Media Karya (KMK Online). KMK menaungi beberapa portal online seperti Vidio.com, Bintang.com, dan Liputan6.com.

Terbaru, pada 2018, KMK Online mengakuisisi 50% saham dari KapanLagi Network (KLN). KLN ini sendiri menaungi sejumlah platform online, sebut aja KapanLagi, Bola, Famous, Dream, Brilio, Fimela, Vemale, Merdeka, dan Otosia.

Pendidikan terkait teknologi dan bakat bisnisnya, menjadikan Eddy Kusnadi sebagai tokoh bisnis yang cerdas melihat peluang dan mengeksekusinya dengan langkah tepat sasaran.

Hal ini juga ditegaskan jurnalis senior yang saat ini menjabat Pemimpin Redaksi MetroTV Don Bosco Selamun. Menurutnya, sosok Eddy sangat low profile. "Orangnya lembut, sabar, tapi tetap berpikir jernih tentang bisnis," katanya, dalam wawancara dengan majalah SWA.

Don Bosco sempat bergabung dengan SCTV selama 9 tahun (1996-2004), mengaku cukup dekat dengan keluarga Sariaatmadja. Bahkan, Eddy sudah dianggapnya sebagai kakak. "Beliau adalah kakak bagi saya untuk bimbingan rohani karena banyak nasihatnya yang bagus," paparnya.

Di mata Don Bosco, pribadi dan sikap Eddy seyogyanya menjadi panutan bagi para pelaku bisnis. Pasalnya, tak banyak pemimpin apalagi pemilik perusahaan besar, yang memiliki sikap seperti itu. "Pemilik yang lain kan ingin didengar, kalau ini tidak. Beliau humble," tambahnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015, majalah Forbes juga menobatkan Eddy masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih Eddy Kusnadi mencapai US$ 1,58 miliar. Ide-ide dan terobosan baru Eddy dalam dunia usaha pertelevisian dinilai bisa mencermati perubahan pasar dan melakukan gebrakan untuk memenuhi kebutuhan pasar.


Simak ulasan 21 pengusaha Indonesia masuk daftar orang kaya sedunia.
[Gambas:Video CNBC]

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading