CNBC Indonesia Outlook 2019

JK: Tak Perlu ke Singapura, Jokowi Tak Otoriter & Nepotisme

News - Monica Wareza & Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 February 2019 10:06
JK: Tak Perlu ke Singapura, Jokowi Tak Otoriter & Nepotisme
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan salah penyebab kejatuhan ekonomi sebuah negara karena pemerintah yang otoriter dan merebaknya nepotisme.

Salah satunya contohnya negara Venezuela dan Indonesia ketika dipimpin oleh mantan Presiden Soeharto.



"Kenapa Venezuela digambarkan ketidakpastian dan perang saudara? Karena pemerintahnya otoriter dan nepotisme. Pak Harto 30 tahun memimpin kemudian ekonomi hanya dikuasai lingkungan terbatas. Maka jatuhlah ekonomi kita," ujar Jusuf Kalla dalamĀ Seminar CNBC Indonesia Economic Outlook di Hotel Westin Jakarta, Selasa (28/2/2019).


Jusuf Kalla menambahkan sikap otoriter dan nepotisme tidak akan ada dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, aparaturnya semua capek karena hampir semua hal dirapatkan.

"Saya yakin empat tahun lebih dengan Jokowi, Beliau tidak ada pikiran otoriternya. Yang capek kita. Apa saja dirapatkan. Sampah saja dirapatkan sama dia, apalagi soal pertumbuhan, semua rapat," jelasnya.

"Pak Harto dulu hanya sekali sebulan rapat, tiap Rabu pertama, sekali sebulan. Ini [Jokowi] kadang-kadang lima kali [rapat] dalam seminggu."

Karena seringnya rapat untuk membuat mengambil keputusan, JK yakin Jokowi tidak akan berpikir otoriter.

"Otoriter mana ada rapat? Pukul meja, jalankan," tambahnya.



JK juga mengatakan Jokowi tidak akan berpikir nepotisme. Alasannya anak Jokowi tidak ada yang terlibat dalam pemerintahan.

"Satu jual katering, satu jual pisang goreng, mana mungkin dia terlibat dalam ekonomi pemerintah. Saya jamin sama Anda, apabila Pak Jokowi yang menang akan begini akibatnya. Tak usah ke Singapura," pungkasnya (roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading