Bengkak, Impor Avtur RI Sentuh Rp 12 T di 2018

News - Iswari Anggit & Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
15 February 2019 15:26
Bengkak, Impor Avtur RI Sentuh Rp 12 T di 2018
Jakarta, CNBC Indonesia- Polemik soal harga avtur yang minta diturunkan masih ramai diperbincangkan. Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis impor avtur RI sepanjang 2018 kemarin justru naik 4,3% dan sentuh US$ 861,1 juta atau setara Rp 12 triliun.

Angka ini naik dibanding impor avtur selama 2017 US$ 825,3 juta. "Trennya avtur posisi naik nilainya di 2018 dari 2017, tapi secara volume turun," ujar Direktur Statistik dan Distribusi BPS Anggoro Dwitjahyono, di kantornya, Jumat (15/2/2019).




Dari sisi volume, BPS mencatat impor avtur RI mencapai 1,22 juta ton di 2018. Turun dibanding 2017 yang mencapai 1,54 juta ton.

Sementara untuk Januari ini, impor avtur menyentuh angka 121 ribu ton naik dibanding Januari 2017 yang hanya 85 ribu ton.

Selain avtur, RI juga diketahui impor avgas atau aviation gas yang 2018 kemarin mencapai US$ 3,4 juta.

Impor avtur RI melonjak pesat dalam 4 tahun terakhir, berikut rincinya;
2015 US$ 95 juta untuk 201 ribu ton
2016 US$ 391 juta untuk 888 ribu ton
2017 US$ 825 juta untuk 1,5 juta ton
2018 US$ 861 juta untuk 1,22 juta ton

Untuk avtur, selama ini memang didominasi oleh impor. Hal ini diungkap oleh Direktur Utama PT AKR Corporindo (AKRA) Haryanto Adikoesoemo, "Avtur kita masih dari impor, sekitar 40%," kata Haryanto saat berkunjung ke CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dari 6 kilang yang beroperasi saat ini dengan kapasitas maksimal 800 ribu hingga 885 ribu barel per hari, sampai saat ini tercatat hanya dua kilang yang produksi avtur yakni Kilang Cilacap dan Balongan.

Sebelumnya, mengawali awal tahun 2019, neraca dagang RI masih mencatat defisit migas. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) defisit mencapai US$ 454,8 juta atau setara Rp 6,3 triliun dengan kurs Rp 14.000 per US$.

Defisit migas disebabkan oleh impor yang masih tinggi ketimbang ekspor. Impor migas selama Januari 2019 tercatat US$ 1,69 miliar, sementara ekspor US$ 1,2 miliar.

Dilihat dari data BPS sebenarnya impor migas RI di Januari 2019 turun signifikan, yakni turun 25,22% dibanding periode serupa tahun lalu. Penurunan impor migas, kata BPS, dipicu oleh turunnya seluruh komponen migas baik minyak mentah, hasil minyak BBM, dan gas. Terutama impor minyak mentah yang turun 20,55% dibanding tahun lalu.

Saksikan video Menhub yang harapkan harga avtur bisa turun di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC] (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading