Wawancara Eksklusif

Menhub Buka-bukaan Soal Avtur, Logistik, hingga Ojek Online

Profil - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
15 February 2019 - 08:04
Menhub Buka-bukaan Soal Avtur, Logistik, hingga Ojek Online
Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor perhubungan belakangan ramai diperbincangkan publik. Berbagai isu serta faktor yang berkaitan dengan transportasi kini tengah menjadi sorotan masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan kekesalannya pada harga avtur yang dinilai mahal sehingga berdampak pada terkereknya harga tiket pesawat. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi secara gamblang menjawab persoalan ini kepada CNBC Indonesia dalam acara Squawk Box yang dipandu Pangeran Punce, Kamis (14/2/2019).

Berikut petikan wawancara pria yang akrab disapa BKS itu yang juga berbicara mengenai logistik, ojek online (ojol), hingga perkembangan terbaru pembangunan MRT dan LRT.



Ada informasi terhangat, Garuda dan Sriwijaya sudah menurunkan tarif, apa akan diikuti maskapai lain, Lion misalnya?
Saya mengapresiasi apabila Garuda menurunkan tarif. Kesepakatan itu sendiri sudah disepakati oleh INACA untuk memberikan suatu harga yang dapat diterima.

Saya melihat bahwa bila Garuda melakukan penyesuaian tarif, sudah turun, mestinya diikuti penerbangan lain karena Garuda adalah penerbangan yang utama. Apalagi sekarang sudah bergabung dengan Sriwijaya, tentu dia akan jadi market leader. Jadi kalau ada penurunan, pasti akan ada penurunan di penerbangan lain.


Belum ada informasi dari Lion?
Apa yang kita lakukan bersama INACA berdiskusi, pada dasarnya semua harus didiskusikan seksama. Lion sebenarnya berniat juga memberikan tarif yang kompetibel. Dengan penurunan 20%, katakanlah tarif yang tadinya Rp 1,5 juta menjadi Rp 1,2 juta, otomatis Batik yang tadinya Rp 1,4 juta akan turun ke Rp 1,1 juta.

Otomatis Lion akan turun dengan suatu tarif yang lebih kompetitif. Saya harapkan Garuda memang secara konsisten melakukan kelas kelas yang ada tetap ada. Asalkan masih di atas ambang bawah di bawah ambang atas.


Apakah artinya Avtur juga turun mengingat itu komponen cost terbesar industri penerbangan?
Kemarin memang ada diskusi tentang avtur dan memang sudah dibahas dan diharapkan avtur turun. Jadi kalaupun Garuda itu tarifnya turun juga disertai HTP mereka juga turun.

Menhub Buka-bukaan Soal Avtur, Logistik, hingga Ojek OnlineFoto: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam National Day Oman di Kempinski Hotel, Jakarta. (CNBC Indonesia/Bernhart Farras)


Formulasi besaran ada yang baru?
Mestinya ada formula, karena bagaimanapun juga kan Pertamina ini korporasi. Jadi kita harus memberikan dialog kepada mereka, agar harga yang mereka berikan kepada masyarakat memang harga yang bersahabat tapi dalam satu range yang tidak merugikan Pertamina.


Formulasi baru seperti apa agar harga tiket pesawat bisa lebih kompetitif?
Saya harus katakan bahwa industri aviasi adalah industri padat modal dengan cost-cost tinggi yang semuanya itu high tech. Nah kita memang ingin sekali Garuda ini menjadi suatu lead carrier yang baik, membanggakan, tapi harganya juga kompetitif. Nah karena itu diskusi kita tidak bisa bicara mengenai harga turun, tetapi juga bicara apa yang ada dalam komponen-komponen itu.

Katakanlah ada leasing, itu juga besar. Kami harapkan Garuda juga introspeksi terhadap leasing yang terjadi dan bila mungkin Garuda harus berani menegosiasi apabila harga leasing lebih tinggi.

Kedua perawatan, di situ ada komponen-komponen mekanisme pembelian barang, perpajakan, kerjasama para GMF, dna lain-lain, makin mereka bergabung makin menghasilkan angka ekonomis. Kami minta INACA untuk memberikan report kepada kami. Sehingga kita memang secara fundamental melihat bahwa struktur cost mereka harus di-manage dengan baik agar bisa mendapatkan harga jual tiket yang bagus.


Artinya Anda ingin hanya ada sedikit pemain saja dan perlu merger atau semacamnya antarmaskapai lebih efisien?
Sebenarnya tidak ada hubungan langsung seperti itu. Ini adalah kompetisi biasa. Tapi saya harus jelaskan bahwa memang bisnis aviasi sangat kompetitif di dunia. Semua negara memiliki lead carrier, banyak penerbangan bahkan di Timur Tengah ada tiga penerbangan besar di satu tempat.

Fakta ini membuat kompetisi di mereka begitu ketat. Nah tentu akan menekan harga. Di Indonesia sendiri kita harapkan bahwa, kita tidak mengatur mereka harus banyak atau sedikit, tetapi memang kita harapkan mereka yang punya kapasitas yang eksis di sini.

Saya selalu sampaikan, di satu sisi penerbangan harus dapat margin, tapi ingat bahwa yang namanya isu keselamatan itu harus menjadi yang utama. Ini beberapa orientasi yang kita selalu bahas dan seyogianya bisa diikuti oleh korporasi.


Kembali ke avtur, dalam pertemuan di Istana apa dibahas avtur boleh dibuka untuk swasta?
Saya pikir apa yang dilakukan baik ya, apabila ada kompetisi. Karena memang dengan kompetisi itu terjadi suatu koreksi harga. Tetapi juga ada yang namanya skala ekonomis karena kita ini di seluruh tanah air sampai ke Papua dan sebagainya. Bagaimana efisiensi itu bisa dicapai. Jadi apa yang akan digagas harus memikirkan dua sisi. Satu sisi kompetisi bagus, tetapi juga bagaimana distribusi bahan bakar bisa tercapai di seluruh tempat.

Itu sah-sah saja dan baik, tapi kita harus melihat Indonesia ini sangat luas dan kita harus memikirkan bahwa avtur itu yang harganya sesuai bukan hanya di Jakarta tetapi juga di beberapa lapangan terbang lain.


Pertamina bilang Avtur sudah kompetitif. Harga avtur di Jakarta juga bukan paling mahal di ASEAN, apa yang lebih kena agar harga tiket pesawat tidak melonjak sehingga ada efek domino?
Kita bisa melihat semua itu secara detail dan kita sama sama buka buku lah sehingga tidak ada dusta di antara kita. Buka semuanya, berikan jalan kepada mereka supaya mereka tidak rugi. Karena kalau data-data sesaat kadang-kadang menyesatkan juga.

Saya pikir saya tidak akan mengatakan Pertamina melakukan suatu monopoli dengan harga tertentu, tetapi secara sendiri diharapkan Pertamina manage.

Menhub Buka-bukaan Soal Avtur, Logistik, hingga Ojek OnlineFoto: Ilustrasi bandara (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)


Masuk ke biaya bagasi, secara internasional memang sudah lama berbayar, di RI ke depan seperti apa?
Apa yang dilakukan tidak salah, sesuai regulasi. Tapi saya selalu sampaikan kepada teman-teman di airline, please lakukan bertahap. Bahwa masyarakat itu, satu sosialisasi harus masif agar diketahui secara bersama. Saya beruntung CNBC tahu bahwa international games seperti itu.

Yang kedua, lakukan bertahap. Katakanlah kalau naik 10-15% kan masyarakat oke, tapi kalau langsung dikenakan yang akibatnya menjadi cost 50% memang berat.

Secara detail, kita akan membuat suatu regulasi dengan format yang berlaku secara internasional. Kami juga akan menerapkan batas atas bawah, ada mekanisme tertentu jumlah berapa yang mulai dikenakan.

Kalau sekarang 5 kg, minta dari 10 kg. Mulai dari 10 kg kenaikannya nggak langsung tinggi mungkin 20% dulu. Sehingga masyarakat juga enak menerima ini. Saya mengerti kompetisi airline makin ketat sehingga mereka harus mencari jalan keluar agar survive. Kami menghargai itu, karena kalau saya bilang harus gini gitu, akan buat mereka rugi dan kita rugi. Layanan kita tidak tercapai.


Target penyelesaian aturan bagasi kapan?
1-2 bulan sudah keluar.


Berkaitan dengan logistik, banyak yang mengeluhkan Tol Trans Jawa mahal, benarkah?
Jadi gini, ini adalah pilihan. Negara dengan APBN sudah membangun jalan arteri secara gratis. Jalan yang dibangun APBN ini makin hari makin penuh, sementara pemerintah tanggung jawabnya bukan Jawa saja. Kita mesti bangun Sumatera, Sulawesi, Papua, Kalimantan. Maka kita ada PPP project. Kita menawarkan ke swasta kalau ada return-nya. Sedangkan yang tidak, bisa pakai APBN.

Kembali lagi ini adalah pilihan. Kalau kita kalkulasi detail berdasarkan apa yang perlu dikeluarkan sebenarnya tol bisa kompetitif. Hanya saja membuat sopir tidak terbiasa. Tetapi kalau di tol, dia tidak akan menggunakan waktu lebih dari 12 jam, kalau jalan biasa bisa lebih 30 jam.

Komponen mobil besar. Saya juga ingin mengimbau bagi para pemilik truk, kasih insentif ke sopir. Misalnya oke kalau mau lewat tol kamu saya kasih tambahan berapa, 10-20% agar uang jajannya tetap ada. Supaya truk lebih produktif, ban nggak cepat ganti, belum lagi onderdil-onderdilnya.

Jadi memang ada hal baru, yang pertama terlihat adalah penolakan. Coba tanya dengan sopir, kalau sama-sama dapat persenan, kan enak lewat jalan tol. Tidak berkeringat.


Berarti memang ke depannya tidak ada penyesuaian tarif Tol Trans Jawa?
Memang ada diskusi, kalau Bapak Presiden kan selalu melihat rakyat. Pak presiden mengimbau, Pak Basuki kalau bisa pertama kali jangan tinggi-tinggi naiknya. Katakanlah kalau mestinya Rp 1,5 juta, sekarang ini berapa maunya Rp 800 atau 900 ribu. Pak presiden bilang begitu.

Tapi ini adalah korporasi kan, harus untung. Kalau lembaga presiden mengharuskan, salah juga. Jadi imbauannya Pak Presiden bagus sekali. Itu kan perlu ada promosi, tiga bulan enam bulan. Kalau sudah terbiasa, nggak mau mereka naik jalan biasa.


Akan ada instruksi presiden?
Tidak akan ada intruksi presiden, ada imbauan.


Imbauan ini yang juga membuat Jasa Marga menunda kenaikan Tol Bandara?
Selayaknya demikian ya. Jadi di tengah masyarakat banyak beban-beban, ya kita harus memikirkan agar masyarakat jangan terbebani terlalu banyak.

Menhub Buka-bukaan Soal Avtur, Logistik, hingga Ojek OnlineFoto: Presiden RI Joko Widodo Resmikan Tol Trans Jawa di jembatan Kalikuto, Kabupaten Kendal Jawa Tengah (dok. BUMN)


Alternatif lain untuk logistik yang diberikan Kemenhub?
Sebenarnya saya punya konsep yang lebih menyelesaikan masalah, yaitu Roro, menggunakan kapal. Bahkan kapal itu dari satu kota ke kota yang lain tanpa membawa kepala truk, cuma rangkaiannya saja. Tapi secara kalkulasi memang lebih mahal sehingga kita belum mencapai itu.

Jadi tahapan berikutnya nanti kalau jalan tol tidak bisa lagi menampung, Roro menjadi alternatif, juga kereta api. Kita membuat kereta api baru Jakarta - Surabaya yang hanya kurang dari enam jam. Nanti kita berikan kesempatan di jalur yang ada untuk logistik juga. Tetapi kereta api dan Roro ini masih masih lebih mahal dari tol. Nah jadi walaupun lebih mahal, tetap akan menjadi alternatif.

Ini akan dibahas dengan asosiasi truk, bahwa kita harus memiliki pilihan ini. Kita tidak ingin di suatu sektor misalnya, truk menggunakan jalan-jalan yang ada karena jalan-jalan yang ada itu dibutuhkan oleh pengguna antar kota, Cirebon-Tegal, Cirebon-Brebes, mereka menggunakan itu.


Selain darat dan laut, untuk logistik lewat udara mungkin juga ada alternatif?
Logistik udara mungkin lebih mahal tapi kita harus katakan antar negara logistik udara ini menjadi pilihan. Kita sedang mempersiapkan baik itu di Soetta maupun Kertajati sebagai pusat logistik. Jadi untuk barang-barang yang mahal, barang-barang yang cepat busuk, itu kita gunakan jalur udara.


Bisa membuat harga turun ya?
Kita harapkan demikian, saya juga mengimbau satu merek tertentu, jangan terlalu ekspose lah, kita harus bicara dari hati ke hati, kalau untung diam kalau untungnya berkurang tiba-tiba teriaknya kencang. Kita mesti ngomonglah. Mereka masih untung, kenaikan 300% untung mereka bisa masih 500%. Jadi mesti ngomong yang baik.


Kemenhub akan menerbitkan aturan?
Sebenarnya kita tidak ingin terlalu meregulasi, biar pasar saja yang main sendiri. Tapi kita ingin pasar ini jangan salah-salahan. Yang untung banyak, kurang untungnya sedikit ya jangan teriak 300%, kayak mau runtuh saja dunia ini.


Data Asperindo 18 perusahaan mengeluh biaya logistik tinggi?
Saya pikir berlebihan itu, tapi ada beberapa perusahaan yang untung banyak sekali. Kalau lihat di pasar modal dan segala macam, selama ini dia untung banyak sekali, tapi dia lupa bahwa mendapat suatu subsidi dari airline. Justru kalau mereka baik, yang 18 itu ditolong, bagaimana bisa untung sama-sama. Merger, efisiensi, atau bagaimana.


Yang sedang ramai juga ini masalah ojol, sejauh ini seperti apa rencana aturan baru?
Saya harus terima kasih sama mereka. Pak presiden mengatakan juga mereka punya profesi yang mulia. Bagaimana kita di rumah sedang duduk-duduk pengen makan donat, tinggal pesan bisa diantar. Ngopi bisa, ada pecel, macam-macam. Ada semuanya. Ini membuat masyarakat tertolong dan membuka kesempayan banyak orang bekerja. Oleh karenanya saya tidak henti-hentinya berdialog dengan mereka. Saya ke Depok, Semarang, Surabaya.

Sebenarnya yang pertama mereka harapannya ingin diberikan payung hukum, kita sedang melakukan itu. Kedua berkaitan dengan tarif, kami tidak akan memaksakan tarif batas bawah berapa batas atas berapa. Operator dan mereka lah yang bicara.


Tapi nanti akan ada disparitas dong?
Kan kita diskusi, ada pakar juga di situ. Katakanlah, kalau dibuat batas atas Rp 4.000 kan nggak mungkin, taksi saja segitu. Atau batas bawahnya Rp 1.000 ya nggak mungkin juga. Jadi yang wajar mungkin dari Rp 2.200 sampai Rp 3.000 menurut versi saya.

Tetapi ini silakan diskusikan, saya cuma mengatakan berhati-hati kepada mereka. Kita di era kompetisi. Kalau memaksakan tarif batas atas Rp 4.000 semua orang nggak mau naik ojek. Enak naik taksi yang harganya sama dan tidak kehujanan, ber-AC dan sebagainya. Kita memang diskusi dan menyampaikan realitas itu kepada mereka, Dirjen Perhubungan Darat intensif bertemu dengan kelompok-kelompok.

Satu hal lagi yang mungkin mereka sering komplain, di suspensi selain tarif dan diskon. Saya pikir okelah dua operator ini kalian sama-sama survive lah, sama-sama ada jangan saling membunuh dengan suatu harga jangan banyak diskon.

Diskon itu bagus sesaat untuk konsumen. For the long time, kalau satunya mati, kalau hanya satu operator, dia tetapkan satu harga tertentu kan jangan, jangan sampai monopoli, biar terjadi harga yang berkompetisi. Sehingga katakanlah dengan Rp 2.200-Rp 2.400 dia cukup bekerja 8 jam. Tapi kalau didiskon sampai Rp 1.500 itu kerjanya jadi 10-12 jam.

Menhub Buka-bukaan Soal Avtur, Logistik, hingga Ojek OnlineFoto: CNBC Indonesia/Anastasia Arvirianty


Tapi diskon itu kan bikin masyarakat tertarik?
Ya tapi kan kita juga kasihan sama mereka. By rule, orang itu kan kerjanya 8 jam. Masa kita mau mendapatkan manfaat tapi membuat orang susah. Jadi saya minta toleransilah kepada masyarakat. Karena ini sesaat, kalau banyak diskon itu pasti nanti akan mati. Kita ingin kompetisi sehat.


Usulan tarif, respons operator bagaimana?
Operator ada yang suka, ada yang pengen tinggi, individu juga seperti itu. Saya tidak akan memaksakan segitu, tapi silakan bicara. Nanti dimarahin KPPU kalau.


Ke topik lain, soal MRT dan LRT, boleh update perkembangan terbaru?
MRT ini suatu keputusan pak presiden untuk segera dimulai, karena selama ini tidak dimulai-mulai. Maret kita akan operasikan kira-kira 15 km. Tahap ke-2 kita mulai dari HI sampai Ancol kira-kira 10-14 km. Tahap ke-3 dari Cikarang sampai ke Balaraja, jadi 78 km. Kalau MRT ini jadi maka memang sangat signifikan.


Tahapan itu periodesasinya seperti apa?
Tahap ke-2 mestinya bulan depan. Tahap ke-3 tahun depan.


Baik, terakhir bisa dijelaskan secara singkat terkait LRT?
LRT sekarang sudah ada Jabodebek, itu akan beroperasi akhir 2019. Yang lain kita sedang mengundang swasta untuk berinvestasi.


Saksikan video wawancara dengan Budi Karya terkait tarif tol Trans Jawa berikut ini.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading