Impor Jagung tak Beres, Faisal Basri 'Serang' Mentan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
14 February 2019 19:12
Impor Jagung tak Beres, Faisal Basri 'Serang' Mentan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengakui ada keterlambatan dalam mengantisipasi kelangkaan jagung di tingkat peternak pada semester II-2018. Hal itu memicu kebijakan impor jagung kering untuk bahan baku pakan ternak sebanyak 280 ribu ton.



Ditemui selepas konferensi pers INDEF jelang debat kedua pemilihan presiden 2019 di Jakarta, Kamis (14/2/2019), ekonom senior Faisal Basri menilai semua itu tak lepas dari kekeliruan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kendali Mentan Andi Amran Sulaiman.


"Kalau yang kelihatannya setelah jagung langka, harga naik, petani menjerit, peternak menjerit, Pak Darmin (Menko Perekonomian Darmin Nasution) bilang, impor...," ujar Faisal.

Impor Jagung tak Beres, Faisal Basri 'Serang' Mentan Foto: Sumber: USDA, ITC, dan BPS. Diolah


Sebelum membicarakan impor jagung, Faisal menyinggung impor gula. Pertanyannya, mengapa alokasi impor gula ditingkatkan? Karena menurut pedagang-pedagang stok yang ada menipis. Hal itu bukanlah hasil observasi pemerintah sendiri.

"Jadi pengusaha diundang ke kantor Kemenko Perekonomian. 'Bagaimana nih? tipis pak', wah, langsung impor. Padahal stoknya banyak tapi masih di produsen. Dibikin naik dulu kan, harga jadi tinggi, wah lezat kan, sedap.. itu yang terjadi. Rapatnya di kantor Kemenko," kata Faisal.



Hal yang terjadi pada gula, juga terjadi pada jagung. Situasi diperparah setelah ada klaim surplus jagung 20 juta ton, namun yang terjadi harga malah terus mengalami kenaikan. Sesuatu yang dinilai Faisal mustahil.

Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu menambahkan, keberadaan surplus jagung 20 juta ton pun tak dapat ditunjukkan. Utamanya oleh Kementan yang dipimpinan Mentan Andi Amran Sulaiman.

"Itungannya kan dari dulu ngaco melulu. Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) janji dipecat kalau nggak beres-beres, tapi nggak dipecat-pecat. Salah sendiri Pak Jokowi, tanggung sendiri Pak Jokowi, debat dia," ujar Faisal.

"Di era Pak Jokowi tahun lalu impor paling tinggi 2,3 juta ton. Kalau Prabowo sama Sandi cerdik dia pakai data yang impor waktu panen raya. Rasain Pak Jokowi melihara menteri yang suka berbohong. Begitulah, semua ada reward dan punishment-nya," lanjutnya.

Simak video penjelasan Faisal Basri terkait impor di Indonesia di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading