Ke Danau Toba, Kini Bisa Naik Boeing 737-800 NG

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 February 2019 15:58
Ke Danau Toba, Kini Bisa Naik Boeing 737-800 NG
Jakarta, CNBC IndonesiaBandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara mulai Rabu kemarin (13/2/2019) akhirnya melayani penerbangan pesawat sekelas Boeing 737-800 Next Generation (NG). Sriwijaya Air menjadi maskapai perdana yang mengoperasikan Boeing 737-800 NG di rute tersebut.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan pariwisata di Danau Toba, Sumatra Utara, akan semakin tumbuh seiring dengan meningkatnya kemampuan Bandara Silangit dalam melayani penerbangan.

"Maskapai menyambut baik karena Silangit sekarang bisa didarati pesawat 737-800 NG atau yang sekelas seperti 737-900 ER dan Airbus A320, karena biaya operasional jauh bisa ditekan dan di sisi lain kapasitas kursi penumpang justru meningkat," katanya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (14/2/2019).



Setelah Setelah Sriwijaya Air, Garuda Indonesia rencananya juga akan mengoperasikan 737-800 NG di rute Jakarta-Silangit mulai 18 Februari mendatang.

Sebelumnya, untuk rute ini, Sriwijaya Air menggunakan pesawat Boeing Classic berkapasitas 120 penumpang atau lebih sedikit dibandingkan dengan 737-800 NG yang mampu mengangkut 189 penumpang. Adapun Garuda pada rute ini sebelumnya menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ-1000 yang berkapasitas di bawah 100 penumpang.

Awaluddin berharap dalam waktu dekat ini, bertambah satu maskapai lagi akan membuka penerbangan langsung di rute Jakarta-Silangit.

"Sebelum ini ada keraguan di pihak maskapai untuk membuka penerbangan di Bandara Silangit karena hanya jenis pesawat tertentu yang bisa mendarat, padahal armada maskapai nasional banyak diperkuat 737-800 NG, 737-900 ER dan Airbus A320. Tapi sekarang, maskapai akan sangat tertarik membuka penerbangan di Bandara Silangit," katanya.


Selain meningkatkan kapasitas runway, AP II sebagai BUMN pengelola Bandara Silangit juga akan memperluas terminal penumpang pesawat hingga lima kali lipat dari saat ini 2.500 meter persegi menjadi 10.499 meter persegi.

Perluasan terminal itu membuat Bandara Silangit bisa mengakomodasi pergerakan hingga 1 juta penumpang per tahun, dari saat ini hanya sekitar 500.000 penumpang.

Presiden Joko Widodo pada awal Februari mengatakan bahwa pengembangan Bandara Silangit saat ini sudah lebih baik.

Ke Danau Toba, Kini Bisa Naik Boeing 737-800 NGFoto: Bandara Silangit (dok Kemenpar)

"Saya minta perbaiki, perbaiki runway, perpanjang runway, perluas terminalnya," ujar Presiden yang menegaskan bahwa penerbangan ke Silangit, menurut laporan yang dia terima, selalu penuh.

Bahkan pada 2 Februari itu, Presiden sangat kecewa dengan kondisi bandara tersebut. 

"Contohnya [bandara] Silangit. Saya datang pertama kali ke sana pakai pesawat. Terminalnya kaya kelurahan. Yang terbang ke sana enggak ada," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Danau Toba termasuk dalam 4 kawasan prioritas untuk dikembangkan di antara 10 kawasan yang disiapkan menjadi Bali Baru.

"Pemerintah memiliki program 10 Bali Baru, di mana dari daftar itu ada 4 prioritas untuk dikembangkan dan salah satunya adalah kawasan Danau Toba. AP II akan mendukung kawasan Danau Toba sebagai prioritas dengan berkomitmen membangun Bandara Silangit," ujar Awaluddin.

Data AP II mengungkan jumlah penumpang pesawat di Silangit terus tumbuh signifikan setiap tahun. Pada 2016 pergerakan penumpang tercatat 155.214 orang, lalu naik 82% pada 2017 menjadi 282.586 orang. Kemudian pada 2018 pergerakan penumpang tercatat 425.476 orang atau naik 50,56% dibandingkan dengan 2017.


Saksikan video mengenai pengembangan pariwisata di Danau Toba berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading