Jasa Marga Jelaskan (Lagi) Soal Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
14 February 2019 12:19
Jasa Marga Jelaskan (Lagi) Soal Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa Foto: detik.com/Ari Saputra
Semarang, CNBC Indonesia - PT Jasa Marga Tbk kembali membuka alasan di balik tarif Jalan Tol Trans Jawa yang mahal. Alasan utama dalam penentuan tarif yang dinilai ketinggian bagi masyarakat adalah mahalnya biaya pembangunan

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan penentuan tarif tol ditentukan berdasarkan tiga hal. Pertama, biaya konstruksi, kedua hasil survey wilingness to pay, dan ketiga, manfaat tol dibandingkan jalan biasa (cost saving).

"Kenapa tol mahal? Karena bangunnya mahal. Biayanya Rp 100 miliar per km untuk jalan bawah dan Rp 350 miliar per km untuk jalan di atas dan terowongan," ujarnya dalam acara BNI Investor Visit of TransJava, Kamis (14/2/2019).

Menurut Donny, mahalnya biaya konstruksi menyebabkan keuangan Jasa Marga "berdarah-darah". Sebabnya, Jasa Marga harus mencari pendanaan sendiri sekitar Rp 100 triliun untuk seluruh proyek tol kurun waktu 2015-2018.


"Selama 40 tahun, Jasa Marga mengeloa tol sepanjang 533 km atau kira-kira 10-15 km tol baru per tahun. Selama 2015-2018, tol Jasa Marga bertambah 318 km. Ini percepatan 30 kali lebih cepat," tuturnya.

Meski demikian, Jasa Marga menekankan tarif tol telah mempertimbangkan kemampuan membayar dari masyarakat. Hal tersebut didasari hasil survey willingnes to pay yang telah dilakukan sebelumnya.

Selain itu, Jasa Marga juga minta masyarakat memperhitungkan penghematan biaya dan waktu dari penggunaan tol dibandingkan dengan jalan biasa.

Salah satu seksi Jalan Tol Trans Jawa adalah Semarang-Surabaya yang telah beroperasi sejak akhir tahun lalu. Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan perjalanan Semarang-Surabaya bisa ditempuh hanya sekitar tiga jam.

"Ada teman saya di Surabaya cerita, pergi kondangan ke Semarang dan sorenya sudah pulang lagi ke Surabaya," ujarnya dalam sambutan di acara BNI Investor Visit of TransJava yang diselenggarakan di Semarang, Kamis, (14/2/2019).

Sebelumnya, perjalanan Semarang-Surabaya tanpa melewati tol Trans Jawa ditempuh dengan waktu sekitar 5 jam hingga 6 jam. Sehingga kehadiran Jalan Tol Trans Jawa itu memotong waktu tempuh hingga 50%.
Jasa Marga Jelaskan (Lagi) Soal Mahalnya Tarif Tol Trans JawaFoto: infografis/infografis Anak BUMN Garap Rest Area Trans Jawa/Aristya RAhadian Krisabella

BNI Investor Visit of TransJava diselenggarakan untuk memberikan informasi ke investor. Para pemangku kepentingan juga mendapatkan penjelasan mengenai dampak positif dari pembangunan proyek-proyek infrastruktur terhadap peningkatan kualitas usaha para pebisnis yang sangat tergantung pada kelayakan infrastruktur.

Acara itu digelar dalam bentuk roundtable discussion yang dilanjutkan menjadi Warehouse Tour ke salah satu pelaku usaha di Semarang. Selain Rico, turut hadir para investor, perwakilan BUMN Karya, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Tujuan penyelenggaran acara BNI Investor Visit of TransJava ini kami harapkan dapat memberikan wawasan atau gambaran kepada para investor dan stakeholders terkait perkembangan infrastruktur di Indonesia, salah satunya adalah pembangunan Jalan Tol Trans Java yang telah beroperasi secara penuh sejak akhir Desember 2018," ujar Rico dalam sambutannya pada BNI TransJava Stakeholder Roundtable Discussion.

BNI berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur, di mana sampai akhir 2018 telah menyalurkan kredit infrastruktur sebesar Rp 110,604 triliun atau tumbuh sebesar 11,1% year on year (yoy).

Dari total kredit infrastuktur tersebut, pembiayaan kepada proyek-proyek jalan tol dan konstruksi menjadi penyumbang terbesar, yaitu sebesar 34% dari total pembiayaan. Disusul pembiayaan terhadap pembangkit listrik, minyak dan gas, transportasi dan telekomunikasi yang masing-masing komposisinya 23%, 17%, 15%, dan 11%.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading