Singapura, Malaysia, & Vietnam Jual Avtur Lebih Murah dari RI

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
12 February 2019 16:14
Singapura, Malaysia, & Vietnam Jual Avtur Lebih Murah dari RI
Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga avtur di Bandara Soekarno Hatta 30% lebih mahal tinggi dibanding negara lain akibat monopoli Pertamina. Wacana penghentian "monopoli" Pertamina di industri hilir avtur pun mengemuka. Namun benarkah demikian?

Menurut data Aeroportos yang merujuk pada data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS), rata-rata harga aviation turbine fuel (ATF/Avtur) di Indonesia berada pada level US$2,31 per galon atau Rp 8.593 per liter.

Dibandingkan dengan 11 negara anggota Association of Southeast Asia Nation (ASEAN), harga tersebut menempatkan Indonesia di posisi keempat setelah Vietnam (US$2,25/barel), Malaysia (US$2,07/barel), dan Singapura (US$2,02/barel).


Artinya, rata-rata harga avtur di Indonesia terbilang paling murah keempat di Kawasan. Bahkan jika dibandingkan dengan rata-rata harga avtur di ASEAN, sebesar US$2,52 per galon, harga avtur milik Pertamina juga masih lebih murah.



Posisi harga tersebut, mengutip Aeroportos dalam situsnya, terakhir diupdate pada 12 Februari 2019. Menurut lembaga analisis dunia penerbangan dunia tersebut, harga avtur di bawah US$3 tergolong "bagus".

Hanya saja, ketika Tim Riset CNBC Indonesia membandingkan harga Aeroportos tersebut dengan harga patokan Pertamina, harga jual resmi Pertamina terhitung masih lebih tinggi.

Pertamina menawarkan avtur dengan harga paling murah pada level Rp 8.210/liter di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Sebaliknya, harga avtur tertinggi berada di level Rp 10.980/liter untuk Kawasan Indonesia Timur seperti Biak, Papua dan Ambon, Maluku.

Harga avtur yang dinyatakan berlaku sampai dengan 14 Februari tersebut belum memasukkan pajak penambahan nilai (PPn) dan pajak pembelian. Level harganya pun beragam bergantung pada posisi atau lokasi penjualan. Ada setidaknya 13 tingkat harga yang ditawarkan.

Jika dirata-rata, maka dapat ditemukan bahwa harga avtur Pertamina tersebut berada di level Rp 9.671/liter. Angka ini terhitung 12,55% lebih tinggi dari temuan Aeroportos yang menyebutkan harga avtur Indonesia berada di level Rp 8.593/liter.

Jokowi Sebut Avtur Pertamina Mahal, Benarkah?Foto: Harga Avtur (Tim Riset CNBC Indonesia)


Pertamina vs Shell di Singapura
Namun ketika Tim Riset CNBC Indonesia mengecek harga avtur yang dijual oleh Shell di Singapura, ternyata harga jual Pertamina masih kompetitif. Shell menjual avtur di bandara Changi pada harga US$2,89 per galon alias Rp 10.751 per liter.

Jika Presiden Jokowi merujuk pada Singapura ketika menyebutkan "..Yang di dekat-dekat kita..", maka yang pasti jelas bukan Singapura. Mungkin yang dimaksud adalah Vietnam yang menurut temuan Tim Riset CNBC Indonesia memang lebih rendah harga jualnya.

Mengutip Civil Aviation Authority of Vietnam (CAAV), harga avtur jenis A1 berada di kisaran US$84,7/barel (Rp7.500/liter), sedangkan harga avtur biasa di kisaran US$86,7/barel (Rp 7.678/liter). Angka itu belum memasukkan pajak lingkungan dan pajak impor.

Keragaman harga avtur berdasarkan lokasi ini merupakan praktik yang bisa pahami. Di AS, misalnya harga avtur beragam dengan rentang yang lebar, mulai dari yang termurah sebesar US$1,67/galon di Boston dan Denver, hingga yang paling mahal sebesar US$7,57 di Detroit/galon.

Di Indonesia, biaya distribusi juga dimasukkan dalam komponen pembentuk harga jual avtur. Hal ini diperkokoh melalui keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Formula yang berlaku sejak 1 Februari ini menetapkan perhitungan harga jual eceran avtur berdasarkan biaya perolehan, biaya penyimpanan dan distribusi, serta margin dengan batas atas Mean of Platts Singapore (MOPS) + Rp 3.581/Liter+ Margin (10% dari harga dasar).

Bagaimana jika dibandingkan dengan rerata global? Harga jual avtur Pertamina ternyata terhitung jauh lebih mahal, karena harga rerata avtur di pasar global menurut International Air Transport Association (IATA) hanya berada di level US$77,75/barel atau Rp 6.885 per liter.

Artinya, harga avtur yang dijual di situs resmi BUMN energi itu terhitung 40,46% di atas rerata harga global, alias lebih tinggi dari kritikan Jokowi yang hanya menyebutkan selisih harga sebesar 30%.

Saksikan video terkait singgungan Presiden Joko Widodo soal harga avtur Pertamina
[Gambas:Video CNBC]

IATA memperkirakan rata-rata harga avtur tahun ini akan berada di kisaran US$76,6 per barel, alias lebih rendah dari posisi per 8 Februari seperti sekarang. Idealnya, harga avtur di Indonesia pun akan menurun ke depannya.

Namun berapa lama? Dan apakah akan melewati skala penurunan yang lebih dalam ketimbang negara tetangga? Kita tunggu saja.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading