Penjelasan Lengkap Bos ADHI Soal LRT yang Molor & Dikritik JK

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
01 February 2019 17:29
Penjelasan Lengkap Bos ADHI Soal LRT yang Molor & Dikritik JK
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) Tahap I dipastikan molor hingga April 2021. Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Budi Harto, menyampaikan penjelasan lengkap kepada awak media, ketika ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dikatakan, proyek masih terkendala pembebasan lahan seluas 10 hektare (ha) untuk depo di Bekasi Timur.
Penjelasan Lengkap Bos ADHI Soal LRT yang Molor & Dikritik JKFoto: Proyek LRT Stasiun Taman Mini (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Operasional mundur 22 bulan dari rencana semula karena pembebasan lahan dengan asumsi Maret ini selesai lahan untuk depo. Jadi kami menunggu depo," ungkapnya.

Meski demikian, khusus lokasi Depo Dukuh Atas yang sebelumnya berpolemik, kini sudah ada kesepakatan antara Menteri Perhubungan dan Gubernur DKI Jakarta.


"Keputusan Gubernur dan Menhub, dalam waktu dekat sudah akan dibangun," lanjut dia.

Pembangunan LRT Jabodebek Tahap I mencakup rute Cawang - Cibubur, Cawang - Kuningan - Dukuh Atas, dan Cawang - Bekasi Timur. Panjang proyek mencapai 44 km. Dikatakan, biaya pembangunan juga mengalami perubahan.



Budi Harto menyebut ada tambahan Rp 300 miliar. Angka tersebut, lanjut Budi Harto, tidak elok jika disebut pembengkakan.

"Ada tambahan persiapan Rp 300 miliar, Rp 300 miliar ini jika dibandingkan dari total Rp 26 triliun kan kecil," imbuhnya.

Persoalan efisiensi biaya ini sebelumnya juga dikritik Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Dalam beberapa kesempatan, JK bahkan mempertanyakan pilihan membangun LRT dengan elevated ketimbang di darat atau bawah tanah.

"Jadi Pak JK mengatakan kalau elevated mahal, kalau at grade murah. Ya memang betul tapi masalahnya kesempatannya tidak mungkin membuat at grade. Yang memungkinkan at grade nanti dari Cibubur ke Bogor. 70% akan at grade. Planning awal memang sudah 70%," pungkasnya.
Simak video kisah Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun kariernya di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading