Internasional

Trump Ancam Akan Tutup Lagi Pemerintahan AS

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
28 January 2019 12:37
Trump Ancam Akan Tutup Lagi Pemerintahan AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan penutupan pemerintah masih "merupakan pilihan" saat ia mengungkapkan skeptismenya bahwa Kongres akan mencapai kesepakatan untuk mendanai tembok perbatasan yang ia minta, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Minggu (27/1/2019).

Trump, dalam sebuah wawancara dengan WSJ, mengatakan dia merasa hanya ada kurang dari 50% keyakinan bahwa kesepakatan mengenai pendanaan tembok dapat dicapai sebelum rapat pembentukan Undang-Undang (UU) pendanaan berikutnya tiba.



Pemerintah AS akan mengadakan rapat pembentukan UU pendanaan berikutnya pada 15 Februari, kurang dari tiga minggu dari sekarang.

Presiden juga mengatakan dia ragu akan bersedia menerima alokasi dana kurang dari US$5,7 miliar untuk pembangunan tembok perbatasan. Ia juga tidak akan setuju untuk memberikan status kewarganegaraan untuk para "Dreamers", imigran yang secara ilegal dibawa ke AS ketika berusia kanak-kanak yang akan mendapat manfaat dari proposal DREAM Act, sebagai imbalan atas pendanaan tembok, menurut laporan Journal.

DREAM Act adalah UU yang tidak pernah disahkan di Kongres.

Melansir CNBC International, Trump pada hari Jumat menandatangani sebuah undang-undang yang bertujuan untuk mengakhiri penutupan pemerintah parsial (partial government shutdown) yang sudah berlangsung selama 35 hari. Penutupan itu terjadi akibat ditolaknya permintaan pendanaan pembangunan tembok perbatasan yang diminta Trump oleh Partai Demokrat.



Penutupan kali ini, yang merupakan yang terpanjang dalam sejarah, menyebabkan sekitar 800.000 pekerja federal tidak mendapat gaji dan beberapa dari mereka bahkan mengalami kesulitan untuk membeli makanan dan membayar tagihannya.

Penutupan itu telah merusak citra politik Trump. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan terhadap rakyat Amerika menemukan bahwa sebagian besar dari responden menyalahkan sang presiden atas penutupan itu. Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa Trump mungkin kehilangan dukungan suara dari suporter utamanya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading