Dapat Cuan Rp 1,6 T, Apa Warisan Erick Thohir di Inter Milan?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
27 January 2019 12:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebersamaan Inter Milan bersama Erick Thohir resmi berakhir. Kemarin, bos Mahaka Group tersebut melepas 31,05% kepemilikan sahamnya di La Beneamata.

Mengutip situs resmi Inter, LionRock (perusahaan investasi asal China yang berbasis di Singapura) menjadi pembeli saham milik Erick. Nilai pembelian 31,05% saham itu tidak disebutkan.


Namun media-media Italia memberi bocoran nilainya sekitar EUR 150 juta. Sebelumnya, Erick juga menjual 68,55% saham Inter miliknya ke Suning Group (yang juga dari China) dengan harga mendekati EUR 200 juta.


Artinya, Erick mendapat dana sekitar EUR 350 juta dari penjualan sahamnya di Inter. Kala membeli 70% saham Inter pada 2013, Erick 'hanya' mengeluarkan dana EUR 250 juta, mengutip Forbes.

Jadi, Erick mendapatkan cuan EUR 100 juta dari Inter. Kalau dihitung dengan kurs saat ini, keuntungan yang diraup Erick mencapai sekira Rp 1,6 triliun.

Bagaimana kinerja Inter semasa kepemimpinan Erick? Well, hasilnya sebenarnya lumayan. Ada tren perbaikan di sisi finansial.

Mengutip Forbes, pendapatan bersih Inter pada 2013 adalah US$ 236 juta. Angka itu turun hingga ke US$ 199 juta pada 2017, sebelum melesat menjadi US$ 285 juta karena kembalinya Inter ke Liga Champions.



Namun rezim Eric di Giuseppe Meazza mampu membawa Inter lebih efisien dan mampu mengoptimalkan potensi dirinya. Ini tercermin dari pendapatan operasional bersih yang terus membaik, dari defisit menjadi surplus.



Akibatnya, nilai valuasi Inter pun meningkat. Pada 2013, valuasi Inter ditaksir US$ 401 juta dan akhir 2017 melesat menjadi US$ 537 juta.



Erick sepertinya cukup berhasil mengubah kultur keuangan di Inter. Kala Massimo Moratti menjadi Inter-1, publik Italia menjuluki klub pemegang 18 gelar juara Serie A ini sebagai 'lubang hitam'.

Kecintaan total Moratti kepada Inter membuat klub bergantung kepadanya, semua berpusat dan terisap ke sosok sang pengusaha minyak. Moratti adalah Inter, dan Inter adalah Moratti.

Erick berhasil mengubah kultur ini, Inter dikelola layaknya perusahaan. Kinerja keuangan Inter bukan lagi bergantung kepada sosok Moratti, tetapi betul-betul menjadi sebuah korporasi.


(BERLANJUT KE HALAMAN 2)


Bagaimana dengan Prestasi Inter?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading