Internasional

Ketua DPR AS dan Trump Recok Lagi, Ada Apa Sih?

News - Rehia Indrayanti Beru Sebayang, CNBC Indonesia
25 January 2019 15:08
Ketua DPR AS dan Trump Recok Lagi, Ada Apa Sih?
Washington DC, CNBC Indonesia - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Nancy Pelosi dan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump kembali terlibat perang kata-kata. Faktor pemicunya adalah pernyataan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross.

Dalam wawancara dengan CNBC International, Kamis (24/1/2019), Ross mendesak pekerja federal yang cuti akibat penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown) mencari pinjaman guna membayar tagihan mereka. Ross bahkan mengaku tidak memahami mengapa mereka mengalami kesulitan untuk bertahan hidup.
Pernyataan Ross itu langsung dikecam oleh Pelosi. Ia mengaku tidak memahami mengapa Ross berkata seperti itu.


"Apakah ini semacam sikap 'Ketidakpedulian Anda' atau 'Menyuruh mereka bergantung pada ayahnya' atau 'Apakah ini arti pembangunan karakter untuk Anda?'" tanya Pelosi dalam konferensi pers, Kamis (24/1/2019).

Pemerintah AS telah ditutup sebagian sejak 22 Desember 2018 akibat kebuntuan perihal anggaran. Penutupan pemerintah yang telah tiga kali terjadi di era pemerintahan Trump ini dipicu oleh ditolaknya permintaan Trump untuk mendapatkan pendanaan senilai US$ 5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan Meksiko-AS oleh Demokrat.

Akibat dari penutupan itu, sekitar 800.000 pegawai federal AS terpaksa cuti dan sebagian tetap harus bekerja tanpa digaji.
Ketua DPR AS dan Trump Recok Lagi, Ada Apa Sih? Foto: Pekerja pemerintah yang terkena dampak dari penutupan melakukan protes diam-diam terhadap penutupan sebagian pemerintah yang sedang berlangsung di Capitol Hill di Washington, Rabu, 23 Januari 2019 (AP Photo / Andrew Harnik)

Mengetahui kejadian itu, Trump langsung mengkritik Pelosi dan membela Ross. Namun, Trump tidak secara terang-terangan menyebut nama Ross dalam pembelaan tersebut.

"Nancy baru saja berkata dia tidak mengerti mengapa? Sederhananya, tanpa tembok itu, semua tidak berfungsi. Negara kita memiliki peluang untuk mengurangi kejahatan, perdagangan manusia, geng dan narkoba. Seharusnya itu sudah dilakukan sejak beberapa dekade lalu. Kita tidak akan menjadi ketinggalan jaman!" katanya dalam postingan Twitternya.

Sebelumnya, Pelosi telah mengatakan kepada wartawan dia bersedia bertemu dengan Trump untuk membahas penutupan sebagian pemerintah. Hal itu disampaikannya sehari setelah ia melarang Trump membawakan pidato kenegaraan tahunan di gedung DPR pada Selasa depan.

Trump baru diperbolehkan berpidato setelah pemerintahan dibuka. Trump yang sebelumnya telah berencana akan tetap datang untuk membacakan pidatonya, kemarin akhirnya menyetujui permintaan Pelosi dan mengatakan akan menyampaikan pidato di DPR dalam "waktu dekat".

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading