Begini Iming-Iming Trump ke Senat Demi Akhiri Shutdown AS

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 January 2019 15:25
Begini Iming-Iming Trump ke Senat Demi Akhiri Shutdown AS
Washington, CNBC Indonesia- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan kesepakatan imigrasi pada hari Sabtu (19/1/19) demi mengakhiri penutupan sebagian pemerintah (shutdown) yang telah berlangsung selama 29 hari.

Kesepakatan yang diajukannya termasuk perlindungan sementara untuk para imigran muda (Dreamers) dan imigran lainnya, tetapi Demokrat langsung menolaknya.




Trump berusaha untuk memberi tekanan pada Demokrat dengan beralasan bahwa terdapat imigran yang telah mereka coba bantu. Hal itu dilakukannya agar dana senilai US$ 5,7 miliar untuk mendanai tembok perbatasan AS-Meksiko bisa dimuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan apapun yang akan dikeluarkan AS demi mengakhiri shutdown.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menawarkan perlindungan selama tiga tahun bagi imigran muda tak berdokumen atau Dreamers, serta bagi pemegang status imigran yang dilindungi sementara (TPS), suatu kelas imigran lainnya.

"Saya di sini hari ini untuk memecahkan kebuntuan dan memberi Kongres jalan untuk mengakhiri penutupan pemerintah dan menyelesaikan krisis di sepanjang perbatasan selatan." Kata Trump, mengecam sistem imigrasi AS yang disebutnya "rusak parah".

Namun sayangnya perlindungan imigran yang diusulkan Trump tidak menjamin status Dreamers akan bisa menjadi warga negara AS, suatu hal yang telah bertahun-tahun inging diwujudkan oleh Demokrat dan beberapa Republikan di Kongres.

Para Dreamers, yang kebanyakan orang Amerika Latin muda, dilindungi dari deportasi di bawah program Deferred Action for Childhood Arrival (DACA). DACA melindungi orang-orang tertentu yang memasuki Amerika Serikat secara ilegal sebagai anak-anak dan memberikan izin kerja kepada sekitar 700.000 imigran, tetapi tidak menjamin mereka bisa mendapat status sebagai warga negara AS.

Dalam sebuah pernyataan setelah pidato Trump, Pemimpin Republik Senat Mitch McConnell menyebut rencana Trump sebagai "solusi berani untuk membuka kembali pemerintah, mengamankan perbatasan, dan mengambil langkah bipartisan untuk menangani masalah imigrasi saat ini."

Seorang juru bicara McConnell mengatakan dia akan meminta suara Senat atas proposal minggu depan.

Melansir Reuters, Demokrat bersikeras pembicaraan tentang keamanan perbatasan hanya terjadi setelah pemerintah dibuka kembali. "Perlindungan DACA dan TPS merupakan hal yang telah ditolak presiden (Trump) sebelumnya. Menawarkan beberapa perlindungan kembali sebagai ganti tembok bukanlah kompromi tetapi lebih banyak pemaksaan." Kata Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer.

Bahkan sebelum Trump berbicara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi mengatakan tawaran Trump, seperti yang dilaporkan sebelumnya, "tidak dapat diterima" dan tidak "mewakili upaya dengan niat baik untuk mengembalikan kepastian bagi kehidupan masyarakat," dan tidak mungkin mendapatkan dukungan suara yang diperlukan untuk disetujui DPR ataupun Senat.

Sekitar seperempat dari pemerintah AS telah ditutup sebagian sejak 22 Desember, karena telah kehabisan pendanaan. Akibat dari hal tersebut, sekitar 800.000 pekerja federal terpaksa diliburkan dan sebagian bekerja tanpa upah. Trump telah menolak untuk menyetujui RUU yang tidak memuat pendanaan untuk tembok perbatasan yang dianggapnya akan mampu mencegah masuknya obat-obatan terlarang dan imigran gelap ke AS.

Total biaya akhir sebuah tembok perbatasan diperkirakan bisa mencapai US$ 24 miliar, menurut perkiraan pemerintah. Trump juga meminta Kongres untuk mencairkan US$ 782 juta untuk menyewa sebanyak 2.750 agen perbatasan tambahan, petugas penegak hukum dan staf, dan senilai US$ 563 juta untuk menyewa 75 tim hakim imigrasi baru untuk mengurangi jaminan simpanan di pengadilan imigrasi.

Jajak pendapat menunjukkan semakin banyak orang Amerika menyalahkan Trump atas penutupan pemerintah. Shutdown kali ini merupakan yang ke-19 sejak pertengahan 1970-an. Kebanyakan shutdown hanya berlangsung sebentar. Namun meskipun lama, shutdown saat ini tidak berdampak pada tiga perempat lembaga pemerintah, termasuk Departemen Pertahanan, yang sumber pendanaannya masih aman.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading