Setelah Chevron, Giliran Minyak ExxonMobil Dibeli Pertamina

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
16 January 2019 16:14
Setelah Chevron, Giliran Minyak ExxonMobil Dibeli Pertamina
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah PT Pertamina (Persero) membeli minyak mentah (crude) jatah ekspor dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), kini giliran ExxonMobil Cepu Ltd yang melakukan negosiasi dengan BUMN migas tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, menuturkan sebanyak 30 ribu barel per hari minyak mentah jatah ekspor milik ExxonMobil tengah dinegosiasikan agar bisa dibeli oleh Pertamina.

"180 ribuan kan sudah ke domestik, tinggal 30 ribu lagi, nah ini sedang negosiasi," ujar Djoko kepada media saat dijumpai di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (16/1/2019).




Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan, dirinya telah mendapat laporan dari pihak ExxonMobil, kalau mereka telah menjadwalkan dan akan melakukan pertemuan dengan Pertamina untuk melanjutkan diskusi tentang jual beli minyak mentah tersebut.

"Dari hasil pertemuan itu, ExxonMobil berharap bisa mendapat hasil yang memuaskan," pungkas Djoko.

Adapun sebelumnya, Pertamina juga telah melaksanakan lifting perdana minyak mentah (crude oil) bagian PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) di Blok Rokan, yang akan diolah di kilang minyak dalam negeri milik Pertamina.

Hal ini merupakan realisasi dari terbitnya Permen ESDM Nomor 42 Tahun 2018, yang mengatakan minyak mentah bagian KKKS diprioritaskan dijual ke Pertamina dan diolah di kilang minyak dalam negeri.

Selama ini, minyak mentah bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti PT CPI sebagian besar diekspor, sementara di sisi lain Pertamina masih harus mengimpor minyak mentah dan kondensat sekitar 342.000 barrel per hari.

Minyak mentah yang dibeli oleh Pertamina adalah jenis Sumatran Light Crude (SLC) dan Duri Crude (DC) yang dihasikan oleh Blok Rokan, sebab sesuai dengan konfigurasi kilang minyak BUMN migas tersebut, sehingga dapat meningkatkan yield of valuable products di kilang Pertamina.

Dalam tahap awal, untuk periode Januari hingga Juni 2019, estimasi volumenya diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per bulan. (wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading