Darmin Beber Alasan Defisit Dagang RI Terparah dalam Sejarah

News - Iswari Anggit & Samuel Pablo, CNBC Indonesia
16 January 2019 08:02
Darmin Beber Alasan Defisit Dagang RI Terparah dalam Sejarah
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2018, Selasa (15/1/2019).

Dalam rilisnya, total impor RI sepanjang 2018 meningkat 20,15% dari tahun sebelumnya (yoy) menjadi US$188,63 miliar. Adapun total ekspor sepanjang tahun lalu hanya tumbuh 6,65% yoy, menjadi US$180,06 miliar. Dengan begitu, sepanjang tahun 2018, neraca perdagangan RI tercatat defisit US$8,57 miliar.

Angka ini merupakan defisit terbesar sepanjang sejarah Indonesia, di mana rekor sebelumnya dicatat pada tahun 2013 dengan defisit senilai US$4,07 miliar. Data neraca perdagangan baru dikompilasi BPS mulai 1975.




Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, hal itu disebabkan pertumbuhan ekspor non-migas tidak mampu mengimbangi defisit neraca migas yang terus naik.

"Itu berarti secara kebijakan, migas itu tidak mudah, walaupun kita berharap ada pengaruhnya dari B20. Yang perlu betul-betul kita lakukan adalah mendorong ekspor non-migas," ujar Darmin di kantornya, Selasa (15/1/2019) malam.

[Gambas:Video CNBC]

Mantan Gubernur BI ini menjelaskan, pertumbuhan impor 20,15% di tahun ini justru membuktikan bahwa ekonomi RI berjalan dan masyarakat terus meningkatkan konsumsinya. Sementara banyak barang yang belum mampu dihasilkan industri dalam negeri.

"Masalahnya, tidak cukup banyak barang yang bisa kita ekspor. Ekspor kita selama ini yang hasilnya bagus itu malah lambat, negatif pula, yakni CPO. Jadi defisit yang membesar itu terjadi karena ekonominya jalan, sehingga tidak ada masalah," jelasnya.

Darmin meyakini, ekonomi RI tumbuh dengan baik di tahun lalu, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, mau tidak mau impor tetap tumbuh dengan cepat karena industri dan masyarakat memerlukan barang-barang impor. "Karena kita tidak menghasilkan itu selama ini," pungkasnya.

Darmin Beber Alasan Defisit Dagang RI Terparah Dalam SejarahFoto: Muhammad Luthfi Rahman


(miq/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading