Wajar Semua 'Made In China', Ini Buktinya!

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
08 January 2019 13:18
Wajar Semua 'Made In China', Ini Buktinya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Berbicara tentang industri manufaktur, China memang selalu menjadi sorotan utama. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat menyinggung isu ini pada pidatonya hari ini, Selasa (8/1/2019).

"Saya baru-baru ini ke New Zealand, beli sepatu, topi pun made in China (buatan China). Tak ada satu pun barang tanpa made in China," ujar JK dalam diskusi outlook perekonomian Indonesia 2019 di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Pacific Place.

Memang, bila dibandingkan dengan China, sektor manufaktur dalam negeri bagai langit dan bumi. Pada kuartal III-2018, China mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang berasal dari industri manufaktur sekitar US$ 3,3 triliun. Sedangkan, pada periode yang sama, PDB Indonesia yang berasal dari industri manufaktur hanya sebesar US$ 39,7 miliar (berdasarkan data dari Trading Economics, asumsi kurs saat ini). Artinya, industri manufaktur Indonesia hanya 1,19% dari China.


Wajar saja apabila hampir semua produk di sekeliling kita berpotensi 'made in China'.

Namun, di kawasan ASEAN, Indonesia adalah rajanya. PDB sektor manufaktur Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN, disusul oleh Thailand pada posisi ke-2 dengan US$ 22,5 miliar. Ini berarti Indonesia secara regional memiliki kapasitas manufaktur yang mumpuni.



Meskipun demikian, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) porsi industri manufaktur Indonesia yang paling banyak menyumbang PDB adalah industri makanan dan minuman, yang mana sekitar 6% dari PDB. Disusul manufaktur elektronik (2,08%) dan alat angkut (1,99%).

Padahal, nilai ekspor pada kategori makanan dan minuman terbilang cukup kecil. Sebagai informasi, golongan barang Minuman (HS22) merupakan peringkat ke 10 dari ekspor non migas Indonesia pada November 2018 dengan nilai US$ 91,3 juta, sedangkan peringkat pertamanya adalah golongan Mesin dan Pesawat Mekanik (HS84) dengan nilai US$ 2,4 miliar.

Maka menjadi masuk akal apabila sektor manufaktur dirasa masih belum bisa mendorong nilai ekspor. Terbukti dengan neraca dagang RI yang dominan defisit.
TIM RISET CNBC INDONESIA



(taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading