Gara-gara 'Pulangkan' Rokan, Jokowi Dapat Gelar Kehormatan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
16 December 2018 12:12
Gara-gara 'Pulangkan' Rokan, Jokowi Dapat Gelar Kehormatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo mendapat penghargaan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Sabtu (15/12/2018). Gelar itu tak lepas dari sejumlah capaian Jokowi selama empat tahun masa pemerintahannya.

Melalui akun Instagramnya, Jokowi menyebut, 'pemulangan' Blok Rokan menjadi salah satu prestasi yang dirayakan warga Kepulauan Riau.



"Warga Riau juga bergembira atas akan kembalinya ladang minyak Blok Rokan yang puluhan tahun dikelola perusahaan asing ke tangan Indonesia," tulisnya.


Blok Rokan yang berada di Riau merupakan blok minyak terbesar di RI. Selama puluhan tahun, Blok Rokan dipegang Chevron Pasific Indonesia, namun pada 2021 mendatang pengelolaan beralih ke PT Pertamina (Persero).

Gara-gara 'Pulangkan' Rokan, Jokowi Dapat Gelar Adat MelayuFoto: Presiden Joko Widodo Mendapat Gelar Kehormatan Adat Melayu dari Riau (Foto: Instagram Jokowi)
Untuk memenangkan blok ini, Pertamina merogoh kocek cukup dalam yakni dengan penawaran bonus tanda tangan hingga senilai US$784 juta atau setara Rp 11 triliun. Ini merupakan nilai tanda tangan terbesar dalam sejarah RI.

Jokowi pun sempat menulis pantun untuk menggambarkan fenomena ini, sebagai berikut.

Padat tembaga jangan dituang
Kalau dituang melepuh jari
Adat Melayu Riau harus dipegang
Agar mulia seluruh negeri

"Pantun ini sebagai ucapan terima kasih. Di balik gelar itu, terkandung pula penghargaan warga Riau atas segenap upaya bersama kita dalam penanggulangan kebakaran hutan di daerah itu setiap tahunnya. Sejak tiga tahun terakhir, bencana asap dari kebakaran hutan itu tidak datang lagi ke Riau," lanjut kepala negara.

Gara-gara 'Pulangkan' Rokan, Jokowi Dapat Gelar Adat MelayuFoto: Aristya Rahadian Krisabella
Di sisi lain, Jokowi juga menyebutkan bahwa gelar yang baru saja diterima tidak lepas dari reforma agraria menyangkut tanah adat.

"Dukungan kepada para petani sawit, pembangunan infrastruktur jalan tol, serta rencana mewujudkan embarkasi untuk calon jemaah haji di Kota Pekanbaru, menjadi catatan yang tersimpan di lembaga adat Melayu Riau," tandasnya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading