Respons Kerusuhan Paris, PM Prancis Gelar Pertemuan Darurat

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
03 December 2018 18:13
Respons Kerusuhan Paris, PM Prancis Gelar Pertemuan Darurat
Paris, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengadakan pertemuan darurat dengan para pemimpin partai di Paris, Prancis, Senin (3/12/2018). Pertemuan bertujuan merespons demonstrasi yang mengakibatkan kerusakan luas di sekitar ibu kota Prancis.

Pembicaraan itu menyusul pertemuan darurat yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu. Macron menilai kerusakan dari kerusuhan di Paris telah menimbulkan kekerasan "pada tingkat yang tidak pernah terlihat dalam beberapa dekade."

"Philippe telah diminta untuk bertemu dengan para pengurus demonstran dan pemimpin partai sebagai bagian dari keinginan konstan untuk berdialog," kata Istana Kepresidenan Prancis seperti dikutip dari AFP, Senin (3/12/2018)


Menteri Lingkungan Hidup Francois de Rugy bertemu dengan perwakilan "rompi kuning", yaitu pengunjuk rasa pekan lalu. Namun, de Rugy gagal meyakinkan mereka untuk mengakhiri demonstrasi yang telah terjadi selama dua minggu terakhir ini.



Pemerintah tidak mengesampingkan atau memaksakan keadaan darurat untuk memerangi demonstran yang dipicu karena pajak bahan bakar. Namun faktanya, langkah itu telah berubah menjadi oposisi untuk Macron.

Presiden, pada Minggu, menilai kerusakan di Arc de Triomphe, monumen besar untuk perang Prancis di atas jalan Champs-Elysees, para perusuh menulis grafiti dan menggeledah area tiket dan resepsi.

Di dalam area, perusuh memecahkan wajah ikon patung, reproduksi dari dekorasi "La Marseillaise" oleh Francois Rude. Macron juga melihat puing-puing mobil yang terbakar dan bangunan yang rusak dari kerusuhan di tempat lain.

Kepolisian Paris mengatakan sebanyak 412 orang ditangkap pada Sabtu selama bentrokan terburuk selama bertahun-tahun di ibu kota. Sedangkan 378 orang lainnya masih ditahan. Sebanyak 263 orang terluka, termasuk 133 di ibu kota, 23 di antaranya anggota pasukan keamanan.

"Saya tidak akan pernah menerima kekerasan. Tidak ada alasan yang membenarkan bahwa pihak berwenang diserang, bahwa bisnis dijarah, orang yang lewat atau jurnalis terancam atau bahwa Arc du Triomphe telah dikotori," kata Macron, dilansir dari AFP, Senin (03/12/18).

Respons Kerusuhan Paris, PM Prancis Gelar Pertemuan DaruratFoto: Para pengunjuk rasa mengenakan rompi kuning, simbol protes seorang pengendara Prancis terhadap harga bahan bakar yang lebih tinggi, berdiri di depan sebuah kanon polisi air selama bentrokan di Champs-Elysees di Paris, Prancis, 24 November 2018. REUTERS / Benoit Tessier


Pada Senin ini, para pekerja membersihkan puing-puing mobil yang terbakar dan membersihkan monumen Arc de Triomphe yang rusak dan mengganti jendela-jendela butik-butik mewah yang hancur di Paris.

"Saya telah bekerja di monumen di sekitar Paris selama 20 tahun dan saya belum pernah melihat yang seperti ini di Arc de Triomphe. Itu adalah pembantaian," kata seorang pejabat Balai Kota Paris yang mengawasi pembersihan dilansir dari Reuters, Senin (03/12/18).

Di Rue Royale di jantung kota Paris, setengah lusin buruh dengan hati-hati mengganti panel kaca di bagian depan toko Dior. Di sebelahnya, karyawan Chanel membersihkan pecahan kaca dari lantai, sementara para tukang kayu memindahkan panel kayu lapis pelindung toko Gucci.

"Kami takut apa yang akan terjadi di minggu depan. Kekerasan meningkat pada tingkat yang eksponensial," kata Claude, seorang wanita kaya yang tinggal di sebelah brasserie Belle Armee yang dibakar.

"Negara kehilangan kendali. Mereka tidak bisa membiarkan ini terjadi. Mungkin tentara harus campur tangan."

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading