Bos PLN Ungkap Mahalnya Biaya Pasang Listrik

News - Ranny Virginia Utami, CNBC Indonesia
02 December 2018 16:11
Jokowi hari ini meresmikan program Sambung Listrik Gratis di Bogor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo mengungkapkan masih ada 1,2 juta rumah di seluruh Indonesia yang belum tersambung listrik secara mandiri.

Dia menuturkan alasan utama jutaan rumah itu tidak tersambung listrik adalah karena biaya pasang yang cukup tinggi.

Terkait dengan itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjelaskan penyebab mahalnya biaya pemasangan listrik.


Dia mengatakan ada beberapa komponen di dalam praktik pemasangan yang membutuhkan biaya tak sedikit.

"Jadi begini hitungannya. Ada ATKLI [Asosiasi Tenaga Kontraktor Listrik Indonesia] yang berdasarkan Undang-Undang, dia yang berhak keluarkan izin layak setelah dipasang."


"Dicek, kelayakan instalasi benar, boleh dimasuki listrik, diberi SLO (Sertifikat Layak Operasi). Itu ongkosnya mahal sekitar Rp 100 ribu lebih," kata Sofyan di Bogor, Minggu (2/12/2018).

Kemudian, Sofyan juga menambahkan ada biaya pembelian meteran listrik yang kisarannya antara Rp 300-350 ribu. Ada pula biaya penarikan kabel dari tiang listrik ke rumah yang membutuhkan panjang sekitar 20 meter, pembelian sekring, saklar, kabel, stop kontak hingga lampu dan colokan.


"Sama ongkos kerja untuk 2-3 orang. Makanya dapat kisaran Rp 900 ribu sampai Rp 1 jutaan lebih," ujar Sofyan.

Sofyan memaklumi biaya ini cukup besar jika dibebankan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Tak heran, kebanyakan mereka akhirnya melakukan levering, atau menyambung aliran listrik dari rumah lain yang sudah memiliki sambungan langsung dari PLN.

"Orang miskin bayar Rp 20-30 ribu itu bisa. Tapi untuk mencari uang sejuta hanya untuk pemasangan listrik? Mending beli beras, atau buat makan 20 hari," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading