Internasional

PM Malaysia: Trump tak Terpilih Lagi, Perang Dagang Selesai

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
13 November 2018 12:25
PM Malaysia: Trump tak Terpilih Lagi, Perang Dagang Selesai
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pada hari Senin (12/11/18) bahwa dia akan terkejut jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memenangkan satu lagi masa jabatan di Gedung Putih pada 2020.

Ia mendasarkan prediksi itu pada apa yang ia anggap sebagai "penampilan yang buruk" oleh Partai Republik dalam pemilihan sela pekan lalu. Selain itu, Mahathir mengatakan kantor kepresidenan tanpa Trump akan mengakhiri potensi "perang perdagangan yang sangat mengganggu" untuk berlanjut di tahun-tahun mendatang.



"Seperti yang Anda lihat dari pemilihan sela, ia belum melakukannya dengan baik. Kemungkinan dia mendapatkan masa jabatan kedua agak suram saat ini. Saya akan terkejut jika dia terpilih kembali setelah penampilan buruknya di pemilihan sela," kata pemimpin berusia 93 tahun itu kepada CNBC International.


Pemilihan November secara luas dilihat sebagai referendum untuk Trump dan kebijakannya. Partai Republik, yang mengendalikan baik Senat dan DPR sebelum pemilihan, kehilangan mayoritas kursi DPR.

"Jika Trump tidak ada di sana, anggota lain dari pemerintahan AS, apakah mereka Republikan atau Demokrat, tidak akan melanjutkan perang perdagangan yang sangat mengganggu ini," tambah Mahathir, mengacu pada aksi saling balas bea impor antara AS dan China.

Kehadiran Trump di Gedung Putih akan menentukan sejauh mana pertarungan tarif yang sedang berlangsung akan terus berlangsung, kata pemimpin Malaysia itu. Dia menambahkan dia tidak yakin pertemuan G-20 yang diharapkan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan kompromi atau terobosan dalam ketegangan perdagangan antara dua pelaku ekonomi terbesar di dunia.

PM Malaysia: Trump tak Terpilih Lagi, Perang Dagang SelesaiFoto: Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) saat Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mendengarkan selama konferensi pers di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 1 Oktober 2018. REUTERS / Kevin Lamarque
Malaysia adalah ekonomi yang bergantung pada perdagangan, dengan ekspor barang dan jasa yang menguasai lebih dari 70% produk domestik bruto, menurut data Bank Dunia. Ekonom telah menunjukkan bahwa negara akan rentan jika perkelahian tarif meningkat dan kemudian mengurangi perdagangan global.

"Dengan Trump, Anda tidak bisa memprediksi apa pun, kita tidak tahu bagaimana ia akan bereaksi," kata Mahathir.

Itu bukan kali pertama pemimpin Malaysia itu secara terbuka mengritik presiden Amerika. Mahathir sebelumnya mendesak Trump untuk "konsisten" dan juga mengatakan gaya presiden telah melukai upaya AS di Asia.

Trump telah melewatkan beberapa pertemuan puncak dengan para pemimpin Asia sejak ia menjabat, dan tidak akan menghadiri pertemuan lain di Singapura minggu ini. Sebaliknya, Wakil Presiden Mike Pence akan hadir di pertemuan puncak dengan para pemimpin dari 10 anggota ASEAN.



Pemimpin non-ASEAN terkemuka lainnya yang diperkirakan akan datang termasuk Perdana Menteri China Li Keqiang, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

"Itu tidak mengganggu saya," kata Mahathir tentang Trump yang tidak menghadiri KTT itu. "Karena saya tidak tahu apa yang akan dia katakan dan dia juga tidak berkomitmen." (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading