ASEAN Fasilitasi Transaksi E-Commerce Lintas Negara

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
13 November 2018 12:15
ASEAN Fasilitasi Transaksi E-Commerce Lintas Negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara di ASEAN menyepakati kebijakan transaksi e-commerce lintas batas negara (cross-border).

Hal itu disepakati oleh para menteri ekonomi ASEAN pada 12 November 2018 dalam Asean Summit and Related Summit yang berlangsung di Singapura, di mana turut dihadiri juga oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Kesepakatan itu dicapai setelah sebelumnya dilakukan negosiasi yang berlangsung selama sembilan putaran, mulai Juni lalu.


Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengatakan pakta terbaru ini selain meningkatkan kepercayaan terhadap e-commerce juga mendukung kelestarian lingkungan hidup. Kesepakatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama negara-negara ASEAN untuk mengembangkan e-commerce sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Chan mengatakan kesepakatan ini dapat mengurangi penggunaan kertas di industri dan pemerintahan, sehingga juga mendorong efisiensi transaksi di ASEAN, dilansir dari Channel NewsAsia.


Melalui kesepakatan ini, dia menuturkan ASEAN juga telah mengambil langkah untuk mempromosikan perlindungan data konsumen melalui penggunaan mekanisme online dispute resolution untuk memfasilitasi klaim dalam bisnis e-commerce.

Chan menuturkan potensi ASEAN telah menarik banyak pemain global seperti Amazon dan Alibaba.

Adapun saat iniĀ startup unicorn berbasis e-commerce juga bermunculan di ASEAN seperti Lazada dari Singapura dan Tokopedia asal Indonesia.

Bagaimanapun, Chan mengatakan kesepakatan cross-border e-commerce ini masih dalam tahap awal jika dibandingkan dengan China dan Amerika Serikat.

Dia merujuk ke hambatan non-tarif, termasuk logistik dan regulasi digital terkait cross-border, yang menjadi tantangan bagi perusahaan kecil dan menengah.

"Kesepakatan ini akan mendorong trust dan confidence dari konsumen ASEAN terhadap e-commerce, dan mendorong adopsi [kesepakatan]. Dalam melakukan itu, kami akan membuat bisnis di ASEAN tumbuh secara domestik, regional, dan global," kata Chan.

Populasi yang akrab dengan perkembangan digital (digitally-savvy) menjadi pendorong ekonomi berbasis internet di ASEAN, yang diperkirakan dapat mencapai US$200 miliar pada 2025.


(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading