Internasional

Lagi, Facebook Blokir Akun Terkait Pengaruh Asing

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
07 November 2018 16:12
Lagi, Facebook Blokir Akun Terkait Pengaruh Asing
Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook Inc pada hari Selasa (6/11/2018) mengatakan mereka memblokir lebih banyak akun, selain sekitar 115 yang diblokir selama akhir pekan jelang pemilihan umum sela Amerika Serikat (AS).

Hingga berita ini diturunkan, kubu Partai Demokrat berhasil mengambil alih kontrol Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Republik. Sementara itu, partai pengusung Presiden Donald Trump tersebut mempertahankan kendali mayoritas di Senat atas Demokrat.



Platform media sosial terbesar di dunia ini mengatakan sebuah situs web yang mengaku terkait dengan agen Riset Internet yang bermarkas di Rusia menerbitkan daftar akun Instagram yang mereka klaim telah dibuat.


"Kami telah memblokir sebagian besar dari akun ini kemarin, dan sekarang telah memblokir sisanya," kata Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan cyber Facebook dalam sebuah pernyataan, tanpa mengungkapkan jumlah akun tambahan yang diblokir.

Jaringan sosial itu telah memblokir akun-akun pada malam pemilihan paruh waktu AS setelah pihak berwajib menyelidikinya dari perilaku mencurigakan yang mungkin terkait dengan entitas asing, kata perusahaan itu dalam sebuah postingan blog pada hari Senin.

Lagi, Facebook Blokir Akun Terkait Pengaruh AsingFoto: Nancy Pelosi (REUTERS/Al Drago)
Sebanyak 85 dari akun yang dihapus itu memposting dalam bahasa Inggris di layanan Instagram milik Facebook, sementara 30 lainnya di Facebook dan terkait dengan halaman dalam bahasa Prancis dan Rusia, kata postingan itu, melansir Reuters.

Perusahaan itu mengatakan perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk memutuskan apakah akun tersebut terkait dengan Badan Riset Internet Rusia atau kelompok lain.

Baik Facebook dan Twitter Inc telah menghapus jutaan postingan dan menutup akun yang terkait untuk mempengaruhi operasi oleh Rusia, Iran, dan pihak lain menjelang pemilihan AS hari Selasa.

Beberapa badan intelijen AS menyimpulkan operasi negara Rusia melakukan kampanye peretasan dan misinformasi untuk melemahkan pemilihan presiden 2016.



Agen Rusia yang diyakini terkait dengan pemerintah telah aktif dalam menyebarkan konten yang memecah belah dan mempromosikan tema ekstrim menjelang pemilihan paruh waktu AS, tetapi mereka bekerja keras untuk menutupi jejak mereka, menurut penyelidik pemerintah, akademisi dan perusahaan keamanan.

Perusahaan-perusahaan media sosial mengatakan mereka sekarang lebih waspada terhadap campur tangan asing dan potensi gangguan pemilihan lainnya setelah menemukan diri mereka tidak siap untuk menangani kegiatan tersebut dalam pemilihan presiden AS. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading