Belum Ada Harga, Motor Listrik RI Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
07 November 2018 12:55
Belum Ada Harga, Motor Listrik RI Sudah Dipesan 30 Ribu Unit
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo hari ini di Istana Merdeka menjajal sepeda motor listrik nasional yaitu Gesits. 

Gesits sendiri diinisiasi oleh Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Di mana kemudian juga ikut bergabung sejumlah perusahaan termasuk BUMN PT Wijaya Karya Tbk, PT Pertamina, PT Telkomsel.

Dari pihak swasta ada PT Gesits Technologies Indo (GTI), yang kemudian bersama dengan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi membentuk anak usaha yakni PT Wijaya Manufakturing (WIMA). WIMA ini lah yang akan memproduksi Gesits secara massal.



Direktur Utama GTI, Zaki Nahdi Saleh, mengatakan saat ini pemesanan motor listrik Gesits sudah mencapai 30.000 unit meski harga belum diumumkan.

Kalau dari sisi pasar kita sudah ada pre-order, sampai 30 ribu. Ini belum publish harga kan, tapi kita mengharap bahwa harga pasar bisa di bawah kompetitor yang sekelas motor konvensional," ujarnya di kawasan Istana Merdeka, Rabu (7/11/2018).

Foto: Motor Listrik di Istana Merdeka (CNBC Indonesia/Arys Aditya)

Dia menuturkan harga bisa ditekan karena baterai listrik bisa disediakan di dalam negeri oleh Pertamina.

"Harga baterai hari ini masih mahal. 35% harga itu baterai, bisa sampai 50% kadang-kadang. Jadi bisa mahal harga motor listrik, lebih dari Rp 50 juta. Kalau dari kita, dari industrinya kurang lebih Rp 20 juta, harga pasar kurang lebih Rp 22-23 juta.


Dia menuturkan sistem yang akan digunakan nanti adalah pengemudi Gesits akan menukar baterai kosong di SPBU Pertamina dengan baterai yang terisi penuh.

"Jadi, [baterai] mau habis, pergi ke SPBU. Langsung ada swap station. Kasih yang lama, ambil yang baru, jala. Jadi, enggak ada cerita nunggu 3-5 jam [untuk mengisi daya baterai]," kata Zaki.

[Gambas:Video CNBC]

(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading