Harga Minyak Naik, Penerimaan Migas RI Lampaui Target

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
23 October 2018 16:52
Penerimaan Migas RI naik lebih dari 50% akibat kenaikan harga minyak
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga batu bara dan minyak yang meningkat, dinilai mampu membuat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi bisa melampaui target APBN 2018. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerangkan, target PNBP sampai akhir tahun ini bisa mencapai Rp 260 triliun, atau lebih Rp 110 triliun dari target APBN 2018 yang sebesar Rp 150 triliun.




"PNBP dari ESDM yang besar itu di hulu migas dan minerba, karena harga lagi bagus, batu bara dan minyak lagi bagus. Sampai hari ini penerimaannya sudah sekitar hampir Rp 220 triliun. sudah lewat separuh dari target," ujar Jonan kepada CNBC Indonesia saat dijumpai di kantornya, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Lebih lanjut, Jonan memaparkan, PNBP dari sektor minerba, sampai hari ini tercatat sudah Rp 38 triliun, targetnya di APBN adalah Rp 32 triliun. "Sudah 20% dibanding target, padahal baru Oktober," tutur Jonan.

Sehingga, sampai akhir tahun, Jonan memprediksikan, PNBP yang bisa disetor dari sektor minerba sebesar Rp 43 triliun, atau naik 30% dari target, karena harga batu bara naik 30%.

Sedangkan di sektor hulu migas, target PNBP Rp 118 triliun, bisa naik menjadi Rp 218 triliun. "Naik dua kali dari target, karena memang harga minyak naik dua kali, meski gas tidak naik banyak," tambah Jonan.

Lantas, bagaimana dengan subsidi energi? Jonan mengakui memang tahun ini subsidi energi meleset jauh dari target di APBN, hal ini kembali disebabkan oleh harga minyak dan kurs dolar AS yang menguat. 

Kendati demikian, di dalam UU APBN, juga diizinkan dilakukan penyesuaian apabila harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan kurs berubah.

"Subsidi energi itu target sebenarnya Rp 96 triliun, tp UU APBN juga izinkan adanya penyesuaian apabila ICP dan kurs berubah, dan sekarang keduanya berubah. Makanya, subsidi energi total, listrik, solar, elpiji, minyak tanah, menjadi Rp 150 triliun, naik Rp 54 triliun. Tapi, penerimaan negara naik, dari ESDM naik Rp 110 triliun, jadi masih surplus," pungkas Jonan.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading