Internasional

Akankah AS Jatuhkan Sanksi ke Saudi Atas Kasus Khashoggi?

News - Wangi Sinintya, CNBC Indonesia
19 October 2018 13:54
Akankah AS Jatuhkan Sanksi ke Saudi Atas Kasus Khashoggi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden AS, Mike Pence pada hari Kamis (17/10/2018) mengatakan "akan ada konsekuensi" jika jurnalis yang hilang, Jamal Khashoggi memang dibunuh. AS juga tidak akan "hanya mengandalkan" informasi yang diberikan oleh Arab Saudi.

Mike Pence mengatakan pada wartawan di landasan di Colorado, "Jika apa yang telah diduga memang terjadi, jika orang yang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka dengan kekerasan, itu harus dikutuk, " ujar Mike Pence seperti dikutip dari CNBC International.

"Jika seorang wartawan secara khusus kehilangan nyawa mereka di tangan pelaku kekerasan, itu merupakan penghinaan terhadap kebebasan dan independen pers di seluruh dunia dan akan ada konsekuensinya."


Pence tampaknya mengambil sikap yang lebih keras terhadap hilangnya Khashoggi daripada Presiden Donald Trump atau Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, sampai pada titik itu. Kedua pria itu mengatakan dalam komentar publik pekan ini bahwa Saudi membantah membunuh wartawan itu.

Tapi dalam sebuah acara di Montana, Trump mengatakan, untuk pertama kalinya bahwa Khashoggi tampaknya mati.

"Jelas terlihat seperti itu bagiku," Trump mengatakan ketika ditanya oleh wartawan, menambahkan bahwa konsekuensi atas kematian Khashoggi harus "sangat berat."

Gedung Putih tidak segera membalas permintaan CNBC untuk komentar tambahan atas pernyataan Pence.

Khashoggi, yang menulis kolom untuk The Washington Post dan mengkritik keluarga kerajaan Arab Saudi, telah hilang pada 2 Oktober 2018, sejak dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul. Kedatangannya ke konsulat Saudi untuk mengumpulkan dokumen guna menikahi kekasihnya.

Akankah AS Jatuhkan Sanksi ke Saudi Atas Kasus Khashoggi?Foto: Saudi Jamal Khashoggi berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Monitor Timur Tengah di London Inggris, 29 September 2018. (Middle East Monitor/Handout via REUTERS/File Photo)

Pejabat pemerintah Turki mengatakan kepada The New York Times bahwa bukti audio membuktikan Khashoggi disiksa, dibunuh dan dipotong-potong oleh kru pemerintah Saudi yang didukung pemerintah.

Para pejabat Saudi mengatakan kepada kantor berita bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat tak lama setelah dia tiba. Pangeran Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman meyakinkan Pompeo pekan ini bahwa pemerintahnya melakukan "penyelidikan menyeluruh, transparan, dan tepat waktu yang akan memberikan jawaban,"ujar Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Pada hari Kamis, setelah pengarahan Trump pada pertemuan luar negerinya dengan para pejabat Saudi dan Turki minggu ini, Mike Pompeo mengatakan dia menyarankan presiden untuk memberi Arab Saudi beberapa hari lagi untuk menyelesaikan penyelidikan itu.

AS ingin membiarkan prosesnya berjalan, Pompeo menambahkan dalam sambutannya. Dia juga mengatakan AS akan melihat temuan dari penyelidikan Turki.

Pence mengatakan AS tidak hanya mengandalkan informasi yang diberikan oleh Saudi. "Kami akan mengumpulkan semua bukti, dan kemudian presiden akan memiliki keputusan tentang tindakan yang tepat," kata Pence.

"Dunia perlu tahu apa yang terjadi di sini, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggung jawaban."

[Gambas:Video CNBC]


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading