Muncul Lumpur di Perbatasan Palu Pascagempa, Bangunan Amblas

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
30 September 2018 06:51
Muncul Lumpur di Perbatasan Palu Pascagempa, Bangunan Amblas
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabupaten Donggala di Palu, Sulawesi Tengah, diguncang gempat berkekuatan 7,4 skala richter pada Jumat (28/9/2018). Gempa itu kemudian diikuti tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa tersebut menyebabkan 384 korban tewas, dan 16.732 orang mengungsi.

Di samping itu, pascagempa juga terjadi fenomena di mana muncul lumpur dari permukaan tanah di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu.



Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun twitter.

Dia menuturkan lumpur yang muncul tersebut menyebabkan bangunan dan pohon amblas. Sutopo mengatakan fenomena ini disebut dengan likuifaksi atau liquefaction.

Foto: Lumpur di Kabupaten Sigi (Twitter Sutopo Purwo Nugroho)


"Munculnya lumpur dari permukaan tanah yang menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu akibat gempat 7,4 SR adalah fenomena likuifaksi [liquefaction]," katanya melalui akun twitter, Sabtu (30/9/2018).

"Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan," ujar Sutopo.

Foto: Lumpur di Kabupaten Sigi (Twitter Sutopo Purwo Nugroho)


Adapun saat ini pemerintah tengah menyiapkan penanggulanan bencana di Sulawesi Tengah.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan BNPB membutuhkan dana sekitar Rp 560 miliar untuk penanggulangan di Sulteng tersebut.

Foto: Lumpur di Kabupaten Sigi (Twitter Sutopo Purwo Nugroho)
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading