Sering Blusukan, Sejauh Mana Jokowi Menyejahterakan Desa?

News - Raditya Hanung, CNBC Indonesia
14 September 2018 14:44
Jakarta, CNBC IndonesiaMembangun dari Pinggiran. Frase itu dicantumkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Nawacita, yang merupakan sembilan agenda prioritasnya dalam membangun Indonesia dan menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen memperkuat daerah dan desa.

Tidak hanya melalui slogan, Jokowi membuktikan niatnya dengan rajin blusukan ke beberapa wilayah perdesaan di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, mantan Walikota Solo tersebut merambah Asmat, Papua dan menjadi presiden RI pertama yang menginjakkan kakinya di sana.

Kemudian, sejak tahun 2015, pemerintahan Jokowi juga mulai mengucurkan apa yang disebut dengan Dana Desa. Dana tersebut dianggarkan setiap tahun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang diberikan kepada setiap desa sebagai salah satu sumber pendapatan desa.


Pada tahun 2018 ini, pemerintah menganggarkan dana desa sebesar Rp 60 triliun. Jumlah itu meningkat nyaris 3 kali lipat dari saat Dana Desa pertama kali lahir (tahun 2015), yang saat itu senilai Rp 20,77 Triliun.



Sejalan dengan digalakkannya dana desa, pemerintahan Jokowi juga mengaplikasikan program Padat Karya Tunai. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa dalam pengerjaan proyek yang didanai oleh dana desa.

Lantas, bagaimana hasilnya? Seberapa besar perbaikan masyarakat desa sejak Jokowi didapuk sebagai orang no.1 di Indonesia? Tim riset CNBC Indonesia mencoba menganalisisnya menggunakan indikator-indikator ekonomi nasional, khusus di wilayah pedesaan.


(NEXT)


(RHG/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading