Resmi Kelola Blok SES, Minyak Pertamina Tambah 30 Ribu Barel

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
06 September 2018 10:31
Pertamina resmi kelola Blok SES hari ini, dan mendapat tambahan 30 ribu barel per hari
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi alih kelola 100% wilayah kerja (WK)/blok Southeast Sumatra (SES) dari operator lama CNOOC SES Ltd. Blok ini akan dikelola di bawah PHE OSES.

Serah kelola ini dilakukan tepat pukul 00.00 dini hari tadi, di Pulau Pabelokan, Kabupaten Kepulauan Seribu yang menjadi salah satu lokasi dalam operasi lepas pantai di blok SES.


"Blok SES memiliki nilai strategis dalam industri migas di tanah air dalam mendukung pencapaian target produksi nasional untuk mencapai ketahanan energi nasional," ujar Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu melalui keterangan resminya, Kamis (6/9/2018).


Blok SES merupakan salah satu penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Hingga Agustus 2018, tercatat produksi minyak dan gas bumi di WK SES sebesar 31.120 barel per hari (bph) dan 137,5 juta standard kaki kubik per hari (mmscfd).

Dalam empat tahun terakhir, tercatat produksi di WK SES stabil dan cenderung menurun di kisaran 31 ribu bph karena adanya natural decline. Berikut rinciannya: 

Produksi 2014 2015 2016 2017       2018*
Oil (BPH) 33.088 33.091 31.959 31.586   31.120
Gas (MMSCFD) 116,46 111,80 132,84 120,08 137,5

*)Ytd Agustus 2018

Nantinya, hasil produksi gas lapangan SES digunakan untuk pembangkit listrik milik PLN di Cilegon. Sedangkan produksi minyak dari blok SES sebelum alih kelola diekspor seluruhnya. Namun, setelah alih kelola oleh PHE OSES, seluruh produksi minyak akan diproses sepenuhnya di kilang-kilang Pertamina untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

Untuk memastikan kelancaran alih kelola pasca-terminasi, Pertamina pun telah melakukan kajian operasi dan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) serta beberapa kali melakukan kunjungan lapangan.

"WK SES merupakan lapangan yang telah matang, sehingga berbagai kajian terkait QHSSE penting agar PHE bisa mengimplementasikan operational excellence di lapangan SES," ujar Plt Direktur Utama PHE Huddie Dewanto melalui keterangan resminya, Kamis (6/9/2018).

Sebagai informasi, pada 20 April 2018, Pertamina mendapatkan  penugasan pemerintah untuk mengelola 8 WK yang habis masa kontraknya di tahun 2018. Sebesar 100% participating interest delapan blok tersebut, salah satunya WK SES diserahkan kepada Pertamina.

Selain itu, sebagai bagian dari penandatanganan PSC-Gross Split, kontraktor mendapatkan bagian split sebesar 68,5% untuk produksi minyak dan 73,5% untuk produksi gas bumi. Bagian split tersebut telah memperhitungkan base dan variable split berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 52 tahun 2017.

"Dengan sistem kontrak kerja sama gross split, PHE OSES diharapkan dapat berproduksi dengan lebih efektif dan efisien. Komitmen Pasti tiga tahun WK SES sebesar US$130 juta, baik untuk kegiatan eksploitasi maupun eksplorasi, dan diharapkan dapat menambah cadangan terbukti juga meningkatkan produksi," ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Oleh karena itu, Huddie mengakui, ada tantangan bagi perusahaan untuk mengelola blok SES ini, yakni bagaimana mengoperasikan lapangan ini secara efisien tanpa mengesampingkan aspek HSSE dan Operational Excellence serta mencari cara-cara baru untuk meningkatkan produksi.

PHE OSES pun telah menyiapkan sejumlah rencana kerja untuk menahan laju penurunan alamiah di lapangan SES melalui komitmen tiga tahun, di antaranya dengan Studi Geology, Geophysics, Reservoir and Production (GGRP), studi Enhanced Oil Recovery (EOR), Seismik, workover dan well services, field reactivation, pemboran infill, serta perawatan, inspeksi dan sertifikasi kehandalan fasilitas.

"Dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Pertamina, kami yakin mampu mengoperasikan WK SES untuk menjaga ketahanan energi nasional," ujar Huddie.

Adapun, untuk para pekerja CNOOC di blok SES kini menjadi pekerja PHE OSES.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading