Bos Besar JD.com Sempat Ditangkap atas Dugaan Pemerkosaan

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
05 September 2018 10:24
Liu, yang memiliki nama China Liu Qiangdong, dibebaskan pada Sabtu (1/9/2018) tanpa tuntutan.
Minneapolis, CNBC Indonesia - Pendiri sekaligus CEO raksasa ritel asal China JD.com Inc, Richard Liu, ditangkap di Minneapolis pekan lalu atas dugaan pemerkosaan. Hal itu terungkap dalam laporan informasi publik yang dirilis kepolisian pada Selasa (4/9/2018).

Liu, yang memiliki nama China Liu Qiangdong, dibebaskan pada Sabtu (1/9/2018) tanpa tuntutan. Dia pun sudah kembali ke China. Earl Gray, pengacara Liu yang berbasis di Minnesota, pada Senin (3/9/2018) mengatakan pebisnis China itu membantah semua tuduhan. Dia juga tidak mau kliennya dikenakan tuntutan.

Pada Selasa, pengacara pembela Joseph Friedberg mengatakan, "Mereka tidak akan menjatuhkan tuntutan pada kasus ini. Tidak ada keluhan yang kredibel".


Juru bicara Kepolisian Minneapolis John Elder pada Selasa mengatakan jika ada tuntutan terhadap Liu, maka tuntutan tersebut tidak akan diajukan sampai investigasi kriminal selesai sebelum Jumat (7/9/2018).

Dilansir dari Reuters, laporan kepolisian memberi sedikit petunjuk terkait dugaan, yang sebelumnya otoritas sebut dibiarkan samar. Kepolisian mengatakan dugaan pelanggaran yang dilakukan Liu adalah "kontak seksual kriminal - pemerkosaan" dan tidak melibatkan kekerasan.

Kepolisian tidak memberi perincian lebih lanjut, tetapi Elder mengatakan dugaan penyerangan dilaporkan muncul sekitar pukul 01:00 dini hari waktu setempat pada Jumat (31/8/2018). Tak lama setelah itu, Liu pun ditangkap.

Harga saham JD.com Inc anjlok 7% pada Selasa dan menyentuh titik terendah dalam 18 bulan. Penurunan itu mencerminkan ketidakpastian yang dialami investor. Kemudian, saham perusahaan e-commerce terbesar kedua di China itu turun 6% di posisi US$29,43 (Rp 439.968) pada penutupan Selasa di Nasdaq dan stabil di posisi tersebut setelahnya.

Peraturan JD.com mewajibkan Liu, yang memegang hampir 80% hak suara perusahaan, untuk hadir di rapat direksi. Tujuannya supaya para direksi bisa membuat keputusan. Meskipun begitu, tidak jelas apakah dia akan hadir secara langsung atau berpartisipasi lewat telekonferensi.

Perusahaan itu disokong oleh investor-investor seperti Walmart Inc, Google milik Alphabet Inc, dan Tencent Holdings dari China. Perusahaan itu menghadapi persaingan ketat dengan pesaingnya di dalam negeri, yaitu Alibaba Group Holding Ltd.

"Jika ini menyebar sebagai fokus media, maka perhatian negatif bisa mematahkan hal-hal negatif terkait dukungan Walmart dan Google," kata Rob Sanderson selaku analis di MKM Partners. "Publisitas negatif juga bisa mengorbankan kemampuan JD.com untuk menarik merek-merek internasional ke marketplacenya, yang sudah menjadi fokus utama CEO selama dua tahun terakhir," lanjutnya.

Liu kalah dalam persidangan di Australia pada Juli untuk membersihkan namanya dari kasus pelecehan seksual. Liu dinyatakan tidak bersalah dalam kasus tersebut, menurut dokumen pengadilan.

Kasus tersebut melibatkan satu orang tamu dalam pesta yang diadakan Liu di rumahnya di Sydney pada 2015. Orang tersebut menuduh tamu lain melakukan pelecehan seksual kepadanya di sebuah hotel. Terdakwa terbukti melakukan tujuh pelanggaran.
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading