Internasional

Penjualan di China Lesu, Hyundai Kini Sasar Asia Tenggara

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
30 August 2018 14:47
Penjualan di China Lesu, Hyundai Kini Sasar Asia Tenggara
Seoul/Beijing, CNBC Indonesia - Perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai Motor Co, berencana untuk menjual mobilnya yang dibuat di China ke Asia Tenggara.

Hal tersebut didasari oleh penurunan penjualan di China yang telah membuat banyak fasilitas pabriknya yang berskala besar menganggur, kata perusahaan patungannya di China dan dua orang yang mengetahui isu ini, dilansir dari Reuters.

Hyundai pernah menduduki posisi ketiga dalam penjualan terbanyak di Negeri Tirai Bambu bersama dengan afiliasinya Kia Motors Corp. Namun, pada saat membuka pabrik kelima di China tahun lalu, perselisihan diplomatik membuat konsumen China menolak barang-barang dari Korea Selatan. Hal tersebut merusak penjualan dan citra merek Hyundai.


Sejak saat itu, hubungan diplomatik telah dinormalisasi tetapi pemulihan penjualan Hyundai tetap tidak menentu.

Produsen mobil itu membukukan penjualan di China sejumlah 30.018 mobil pada Juli, turun 40% dari Juli tahun lalu dan mencetak penjualan total bulanan terendah sejak krisis keuangan global 2008. Namun, penjualan untuk Januari-Juli naik 17%.


"Pemulihan di China akan memakan waktu. Hyundai membutuhkan rencana untuk bertahan hidup," kata salah satu orang yang memiliki pengetahuan langsung tentang operasi Hyundai di China, yang tidak memiliki wewenang untuk mewakili Hyundai dengan media. Ia juga menolak untuk disebutkan identitasnya.

Pengalaman tersebut memaparkan ketergantungan perusahaan Korea Selatan terhadap pasar China. Hal ini mendorong pemerintah Seoul untuk merayu rekan-rekannya Asia Tenggara di mana jumlah mobil Korea lebih sedikit dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Jepang.

"Hyundai sedang mempertimbangkan (mengekspor kendaraan buatan China) ke pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara," kata orang itu. "Eropa juga bisa menjadi pertimbangan."

Sebagian besar pabrikan mobil asing membuat mobilnya di China dengan bermitra usaha patungan lokal dan ditunjukan untuk penjualan di pasar domestik. Mereka yang mengekspor kendaraan buatan China, seperti General Motors Co (GM) mengirim ke Amerika Serikat (AS) dan Volkswagen AG (VW), berencana untuk mengekspor ke Asia Tenggara.

Zhao Jun, juru bicara di Beijing Automotive Industry Holding Co (perusahaan patungan Cina Hyundai dengan Beijing Automotive Group Co Ltd) telah mengonfirmasi rencana ekspor.

"Ya, kami berencana mengekspor mobil ke Asia Tenggara. Paling cepat dilaksanakan pada akhir tahun ini," kata Zhao. Pembuat mobil akan memutuskan model mobil baru tergantung dari permintaan pasar lokal, katanya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading