Venezuela: Dulu Juragan Minyak, Sekarang Makan Daging Busuk

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
24 August 2018 18:35
Venezuela: Dulu Juragan Minyak, Sekarang Makan Daging Busuk
Jakarta, CNBC Indonesia -- Venezuela sejak lama dikenal sebagai negeri kaya minyak. Hal itu turut berdampak kepada perekonomian masyarakat. Penduduk Venezuela di berbagai kota, termasuk Maracaibo, turut menikmati kekayaan alam.

Namun, krisis ekonomi belakangan mengubah situasi di negara tersebut. Antrean penduduk demi mendapat daging sapi busuk lazim ditemukan. Hal itu dipicu lemari es yang mati. Tercatat sudah sembilan bulan warga mengalami pemadaman listrik bergilir. Namun, akhir-akhir ini pemadaman listrik semakin sering.

Meskipun harga daging busuk tergolong murah, beberapa orang jatuh sakit karena memakan komoditas itu. Namun apa daya, penduduk tetap memakan karena terpaksa.


"Baunya sedikit busuk, tetapi Anda bisa membilasnya dengan sedikit cuka dan lemon," kata Yeudis Luna, ayah tiga orang anak laki-laki yang membeli makanan di toko daging di kota terbesar kedua di Venezuela itu.

Rakyat Venezuela harus bertahan dari krisis ekonomi terburuk dalam sejarah negara. Layanan dasar seperti air dan listrik sontak menjadi barang mewah.

Menanggapi kejatuhan itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyalahkan perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan kekuatan-kekuatan kapitalis lain. Omar Prieto, gubernur negara bagian Zulia, Maracaibo, baru-baru ini menyatakan pemadaman listrik yang merajalela sedang dalam perbaikan.

Maracaibo, kota pelabuhan di tepian danau yang luas, dahulu berfungsi sebagai pusat produksi minyak Venezuela. Produksi minyak di sana menghasilkan kira-kira setengah dari total minyak mentah nasional Venezuela yang dikirim ke seluruh dunia.

Jembatan di atas Danau Maracaibo berdiri kokoh sebagai simbol kejayaan kota itu. Struktur sepanjang delapan kilometer (lima mil) yang dibangun lima dekade lalu pernah bersinar di malam hari dengan ribuan lampu, menghubungkan kota dengan seluruh Venezuela. Dahulu, Maracaibo bersih dan ramai dengan restoran internasional.

Hari-hari ini, lampu-lampu jembatan itu tidak lagi bersinar. Pangkalan-pangkalan minyak sudah rusak. Pusat perbelanjaan yang dulu mewah telah hancur dan perusahaan internasional telah hengkang.

Pemadaman listrik bergilir telah dialami warga Maracaibo selama sembilan bulan terakhir. Dimulai sejak 10 Agustus, segalanya berubah. Kota yang dihuni 1,5 juta orang itu mengalami kebakaran yang menghancurkan jaringan listrik utama.

Pendingin mati dan daging mulai membusuk. Setidaknya empat toko daging telah menjual daging busuk di Las Pulgas, pasar pusat Maracaibo.

Johel Prieto yang bekerja sebagai tukang daging mengatakan, pemadaman itu mengubah seluruh sisi daging menjadi busuk. Dia menggiling sebagian besar daging busuk dan mencampur dengan daging merah segar sebagai upaya untuk menutupi kebusukan. Baki pembawa potongan-potongan daging yang sudah mulai memutih dan dikerubungi lalat, dijual di toko-toko dengan pelanggan yang setia membeli.

"Beberapa pelanggan memberi daging itu kepada anjing mereka, namun yang lain memasak makanan basi untuk keluarga mereka. Tentu saja mereka memakan daging itu, terima kasih Maduro," kata Prieto, "Makanan warga miskin adalah makanan busuk," lanjutnya.

Di kios lain, terlihat seorang tukang daging yang tidak mengenakan baju dan sedang merokok sebatang rokok, menawarkan potongan daging yang telah menghitam.

"Orang-orang membelinya," kata Jose Aguirre yang sedang menurunkan daging ayam basi.

Luna, seorang penjaga parkir berusia 55 tahun, mengambil satu kilogram potongan daging busuk ke rumah. Walaupun mengetahui kondisi daging tersebut, satu-satunya pilihan Luna hanya membuat daging itu terlihat sehat untuk dimakan.

Istrinya tahun lalu pergi ke Kolombia, meninggalkan dia dan anak laki-laki mereka yang berusia 6, 9, dan 10 tahun. Sang istri mengatakan tidak tahan dengan kelaparan lagi. Luna belum mendengar kabar dari istrinya sejak hengkang ke Kolombia.

Sambil menyiapkan daging, Luna menjelaskan cara menyiapkan daging basi tersebut. Pertama, ia membilas daging itu dengan air, kemudian direndam di dalam cuka semalaman. Lalu dia meremas dua lemon dan membiarkannya mendidih dengan tomat dan setengah bawang.

Anak-anaknya pun memakannya dengan tenang. Hanya Luna yang terlihat ragu.

"Saya takut mereka akan sakit karena mereka masih kecil," kata Luna, "Tapi hanya si bungsu yang mengalami diare dan muntah," lanjutnya.


Venezuela: Dulu Juragan Minyak, Sekarang Makan Daging BusukInfografis Venezuela Krisis/Edward Ricardo





(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading