Ini Langkah Kemendag Tekan Impor di Sisa 2018

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
23 August 2018 10:28
Ini Langkah Kemendag Tekan Impor di Sisa 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2018 mencapai US$ 2,03 miliar, hasil dari nilai ekspor US$ 16,24 miliar dan impor US$ 18,27 miliar.

Kementerian Perdagangan menyatakan, terjadi peningkatan impor bahan baku/penolong yang merupakan respons terhadap kebutuhan industri nasional guna memenuhi permintaan pasar ekspor dan dalam negeri.

"Bahan baku atau penolong yang mengalami kenaikan impor signifikan adalah bahan bakar dan pelumas, bahan baku untuk industri primer maupun proses, suku cadang dan perlengkapan barang modal, serta perlengkapan alat angkut," tulis Kemendag dalam siaran pers, Kamis (23/8/2018).


Sementara itu, barang konsumsi yang impornya naik signifikan antara lain alat angkutan bukan untuk industri dan barang konsumsi tidak tahan lama seperti pendingin ruangan serta makanan dan minuman olahan untuk rumah tangga.

Adapun barang modal yang impornya naik adalah alat angkutan untuk industri dan barang modal yang bukan berupa alat angkutan.

Terkait dengan defisit tersebut, Kemendag mempersiapkan berbagai langkah untuk memperbaiki kinerja perdagangan.

Strategi itu adalah mempertajam penetrasi ekspor ke negara-negara nontradisional dan mengurangi hambatan akses pasar di negara-negara tujuan ekspor.

Sementara itu di bidang impor, Kemendag akan melakukan pengendalian impor barang konsumsi.

Otoritas perdagangan RI itu juga tengah bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan untuk membahas rencana pengenaan pajak penghasilan (PPh) terhadap barang impor yang sudah ada substitusinya di dalam negeri.

PPh dimaksud bisa jadi PPh Pasal 22 yang dikenakan ke badan usaha dengan kegiatan usaha melakukan impor, ekspor dan re-impor. (ray/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading