Internasional

Jadi Korban Perang Dagang, Petani AS Tak Lagi Pilih Trump

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 August 2018 15:05
Jadi Korban Perang Dagang, Petani AS Tak Lagi Pilih Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - Dukungan untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dari kalangan petani telah berkurang karena perang dagang dengan China terus berlarut-larut, menurut survei Penelitian Jurnal Pertanian yang diterbitkan Selasa (14/8/2018).

Trump mendapat sekitar 70% suara petani pada pemilu 2016 tetapi jajak pendapat baru menunjukkan hanya lebih dari 50% yang akan memilihnya lagi. Jajak pendapat menemukan bahwa lebih dari 40% dari mereka melabeli Trump dengan predikat 'kurang baik' dan 35% melabel dengan predikat 'kurang menguntungkan' sejak perang dagang meletus.

Perang dagang dengan China telah membuat berbagai produk pertanian AS terkena tarif impor balasan.


Meski begitu, data survei Morning Consult pekan lalu menunjukkan tren lain: dukungan kepada Trump tetap utuh atau membaik di kalangan pemilih yang tinggal di pedesaan. Lembaga itu menemukan dukungan di Iowa naik di kalangan pemilih pedesaan meskipun negara bagian itu menjadi produsen besar dari beberapa komoditas utama yang terkena bea masuk baru, termasuk daging babi dan kacang kedelai.

Jajak pendapat Farm Journal terhadap sekitar 2.300 petani, dilakukan pada Minggu (6/8/2018), menemukan 52% petani menjadikan Trump sebagai pilihan dan 43% melabelinya dengan predikat 'tidak baik', dan 5% sisanya tidak memiliki pendapat.


Kontrak berjangka (futures) kedelai berjangka Chicago turun sekitar 15% sejak awal April ketika China mengumumkan akan mengenakan tarif impor 25% pada 106 produk AS, termasuk kedelai Amerika. Pendapatan pertanian tahun ini bisa anjlok ke level terendah sejak 2006, menurut perkiraan pemerintah, dilansir dari CNBC International.

Pemerintahan Trump bulan lalu mengumumkan rencana bantuan darurat senilai US$12 miliar untuk membantu para petani yang terkena dampak tarif impor balasan. Tetapi beberapa petani mengatakan bantuan tidak akan membuat mereka "kembali seperti dulu".

Meski beberapa petani mendukung Trump yang mendesak China untuk bertanggung jawab atas masalah perdagangan, namun mereka juga khawatir tentang konsekuensi yang tidak diinginkan. Beberapa di antaranya bahkan prihatin tentang ketidakpastian seputar Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/ NAFTA) yang sudah berjalan selama 24 tahun dengan Kanada dan Meksiko.

Ketika petani ditanya apakah mereka akan memilih Trump kembali, hanya 54% yang mengatakan 'ya' dan 46% lainnya mengatakan 'tidak', menurut jajak pendapat Farm Journal.

Jajak pendapat itu menyimpulkan dukungan Trump lebih kuat di kalangan petani muda yang berusia di bawah 45 tahun, di mana dua pertiga-nya mendukung presiden untuk mendapatkan masa jabatan kedua. Namun 57% petani yang berusia 65 tahun atau lebih, mengatakan mereka tidak akan memilih kembali Trump.

Gedung Putih tidak menanggapi permintaan untuk komentar. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading