Saat Trump Usik Kecerdasan LeBron James

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
05 August 2018 07:25
Saat Trump Usik Kecerdasan LeBron James
Jakarta, CNBC Indonesia - Pebasket NBA, LeBron James, beberapa waktu lalu tampil di TV dalam sebuah sesi wawancara bersama Don Lemon.

Kepada Lemon, pemain klub LA Lakers itu mengatakan olah raga adalah sesuatu yang dapat menyatukan masyarakat, namun kata dia Presiden Donald Trump tengah menggunakan olah raga untuk memecah belah.

Dikutip dari Reuters, Minggu (5/8/2018), Pernyataan James itu kemudian mendapat respons keras dari Presiden Donald Trump. Lewat cuitan di twitter, Trump tak hanya menyerang James tapi juga Lemon.


Pertama, Trump menyebut Lemon sebagai orang terbodoh di dunia televisi. Lalu kedua, Trump mengatakan kalau Lemon mencoba membuat LeBron tampak pintar, yang di mana hal itu tidak mudah untuk dilakukan.

Di akhir cuitannya, Trump menulis "I Like Mike!" yang sepertinya merujuk kepada legenda NBA, Michael Jordan. Seperti diketahui, Jordan dan James sering dibanding-bandingkan sebagai pemain NBA terbaik sepanjang masa.

Foto: Ist

Melihat respons ini, Reuters menulis: Bagi dunia olah raga dan sebagian besar [orang], dia adalah King James, tapi bagi Presiden Trump, LeBron James bukan seorang yang jenius secara intelektual.

Adapun pada awal sesi wawancara dengan Don Lemon itu, James bercerita tentang sekolah yang dia buka di kota asalnya yakni Akron, Ohio.

James kemudian mengatakan bahwa olah raga dapat menyatukan masyarakat, dan kemudian menambahkan bahwa Trump telah "menggunakan olah raga untuk semacam memecah belah kita."

Seperti diketahui, Trump mengkritik pemain National Footbal League (NFL) yang berlutut ketika lagu nasional Amerika Serikat dinyanyikan sebelum pertandingan dimulai. Dia mempertanyakan mengapa tidak ada sanksi bagi mereka yang melakukan aksi itu, yang dianggap Trump sebagai sikap tidak patriot.

Foto: Foxnews


Aksi berlutut para pemain NFL ini untuk memprotes kekerasan yang dilakukan polisi dan terkait dengan isu rasial.

LeBron James sendiri dikenal sebagai pendukung Hillary Clinton sebelum pemilihan Presiden AS pada 2016. James juga diketahui beberapa kali pernah mengkritik Trump. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading