Internasional

AS Umumkan Program Pendanaan Rp 1,6 T untuk Kawasan Asia

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
31 July 2018 13:59
Seorang pejabat senior AS mengatakan investasi itu tidak bertujuan untuk membalas Belt and Road Initiative milik China.
Washington, CNBC Indonesia - Dalam rangka membangun strategi "Indo-Pasifik" Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Senin (30/7/2018) mengumumkan investasi regional baru senilai US$113 juta (Rp 1,6 triliun) dengan fokus pada teknologi, energi, dan infrastruktur.

Pengumuman itu muncul di tengah-tengah perang dagang antara AS dan China.

Seorang pejabat senior AS mengatakan investasi itu tidak bertujuan untuk membalas Belt and Road Initiative milik China, yang sebagian besar terdiri dari proyek infrastruktur pemerintah dalam menghubungkan Asia, sebagian wilayah Afrika, dan Eropa.


"Dana ini hanya mewakili dana awal dari era baru dalam komitmen ekonomi AS terhadap perdamaian dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik," kata Pompeo dalam pidatonya untuk Kamar Dagang dan Industri AS di acara Indo-Pacific Business Forum, dilansir dari CNBC International.

Pompeo menyampaikan dia akan mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Indonesia pekan ini, di mana dia juga akan mengumumkan bantuan keamanan baru di kawasan.

Pompeo mengatakan AS "akan menentang negara manapun" yang berupaya mendominasi kawasan. Pernyataan tersebut nampaknya ditujukan kepada Beijing yang tengah mengalami peningkatan ketegangan di Laut China Selatan.

"Seperti banyak sekutu dan teman Asia kami, negara kami berjuang untuk kemerdekaannya sendiri dari kekaisaran yang mengharapkan penghormatan," kata Pompeo.

"Maka dari itu tidak pernah dan tidak akan pernah mencari dominasi di Indo-Pasifik, dan kami akan menentang negara manapun yang melakukannya," tambahnya.

Negara-negara di kawasan khawatir akan kebijakan "America First" yang diusung Trump, penarikan diri AS dari kesepakatan dagang Trans-Pacific Partnership (TPP), dan peningkatan perang dagang AS dengan China yang mengancam mengganggu rantai pasokan kawasan.

AS pertama kali menguraikan strategi untuk membangun perekonomian Indo-Pasifik dalam pertemuan Asia-Pasifik tahun lalu.


Istilah "Indo-Pasifik" sendiri dikenal sebagai lingkaran diplomatis bagi wilayah yang lebih luas dan demokratis dari Asia Pasifik. Asia Pasifik dianggap dipimpin oleh China.

Dari investasi-investasi baru yang disampaikan Pompeo, AS akan berinvestasi $25 juta untuk memperluas ekspor teknologi di kawasan, menambah hampir $50 juta tahun ini untuk membantu negara-negara memproduksi dan menyimpan sumber daya energi mereka, serta menciptakan jaringan bantuan baru guna mendorong pembangunan infrastruktur.


Cara AS beda dengan China

Ketika berbicara dalam telekonferensi dengan media internasional yang juga diikuti CNBC Indonesia sebelum forum dilaksanakan, Brian Hook selaku Penasehat Kebijakan Senior di Kementerian Luar Negeri AS mengatakan AS tidak berkompetisi dengan Belt and Road, inisiatif infrastruktur China.

"Inisiatif itu dibuat di China dan untuk China," kata Hook kepada para jurnalis. "Cara kami adalah menjaga peran pemerintah [agar tetap] sangat sederhana dan fokus membantu bisnis-bisnis melakukan yang terbaik."

Melansir dari CNBC International, kritik-kritik terhadap Belt and Road Initiative, yang ditujukan untuk kembali menciptakan sarana perdagangan kuno Jalur Sutra, mengatakan proyek itu ada guna menebarkan pengaruh China dan membebat negara-negara dengan utang yang besar. Beijing berkata inisiatif itu hanyalah proyek pembangunan yang terbuka jika ada negara manapun ingin bergabung.

Hook berkata Washington "menyambut" kontribusi China dalam pembangunan kawasan, tetapi ingin China mengikuti standard internasional terkait transparansi, peraturan hukum dan keberlanjutan finansial.

"Kami tahu bahwa model interaksi ekonomi Amerika adalah yang tersehat untuk negara-negara di kawasan ini. Itu berkualitas tinggi, transparan dan berkelanjutan secara finansial," kata Hook.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading