DMO Dicabut, Kuota Ekspor Batu Bara Ditambah 100 Juta Ton

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
27 July 2018 18:38
DMO Dicabut, Kuota Ekspor Batu Bara Ditambah 100 Juta Ton
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah tampak mencari seribu jalan untuk hindari defisit, salah satunya adalah menggenjot pendapatan dari ekspor batu bara yang harganya memang sedang tinggi. Yakni hampir mencapai US$ 120 per ton.

Hal ini diputuskan oleh Presiden Joko Widodo, pasca-menggelar rapat dadakan dengan sejumlah menteri di Istana sore ini. Menteri yang hadir antara lain; Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar.

Luhut Pandjaitan menegaskan rapat sore ini akan dilanjut dengan rapat terbatas, Selasa depan. "Intinya kami mau cabut DMO itu seluruhnya, jadi nanti akan diberikan US$ 2-3 per ton untuk...seperti sawit," kata Luhut, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/7/2018).



Ucapan Luhut ini mengartikan, tak akan ada lagi kewajiban bagi para produsen batu bara memasok 25% dari hasil produksinya untuk kebutuhan pasar domestik (DMO). Tak hanya itu, ke depan juga tak ada lagi pembatasan harga, di mana harga batu bara untuk domestik ditetapkan tidak mengikuti harga pasar.


Nantinya, skema ekspor akan diberlakukan seperti kelapa sawit yang akan dikenakan tarif US$ 2-3 per ton, yang difungsikan sebagai cadangan energi untuk mensubsidi PLN. Skema ini dipertimbangkan karena menurutnya rata-rata produksi batu bara kontraktor besar memiliki kalori di atas 5000, termasuk tinggi. Tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh PLN, yang rata-rata konsumsi batu bara kalori rendah.

Ia melanjutkan, uang dari hasil penarikan tarif diberikan kepada institusi baru di bawah Kementerian Keuangan. Soal tarif pastinya, "Nanti sedang dihitung oleh Kementerian ESDM besaran harga dari batu bara."

Dengan diberikannya kelonggaran ini, otomatis pemerintah memberikan lampu hijau bagi para produsen untuk menambah produksinya. Tahun ini, kuota produksi batu bara direncanakan sebesar 485 juta ton. "Kami naikkan sedikit ya 100 juta ton, ya kira-kira segitu," kata Luhut.

Apabila ini diterapkan, Luhut menghitung negara bisa dapat tambahan US$ 5-6 miliar.

Arcandra menjelaskan, formula pengenaan tarif ini akan dirapatkan pekan depan oleh para pemangku kepentingan. "Pungutannya setiap ton, ini untuk penambahan devisa," kata Arcandra.

Soal tambahan kuota ekspor, Arcandra juga membenarkan. "Ekspor akan ditambah, yang harus diperhatikan nantinya pertama apakah feasibility studies-nya sudah selesai, Amdalnya, baru bicara bagaimana menambah devisa produksinya." (wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading