Internasional

Jelang Perang Dagang, Impor Kedelai China Melonjak 13%

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
13 July 2018 15:40
China, pembeli kedelai nomor satu di dunia, membeli 8,7 juta ton kedelai bulan lalu.
Beijing, CNBC Indonesia - Impor kedelai China di bulan Juni melonjak 13,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya karena para pembeli meraup pasokan dari Brasil demi menghindari potensi ongkos lebih mahal dari kedelai Amerika Serikat (AS) yang terkena tarif Beijing, menurut data bea cukai hari Jumat (13/7/2018).

China, pembeli kedelai nomor satu di dunia, membeli 8,7 juta ton kedelai bulan lalu. Jumlah itu meningkat dari 7,687 juta ton di periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai.

Meskipun begitu, data menunjukkan pengiriman turun 10,1% dari bulan sebelumnya yang mencapai 9,68 juta ton.


Pada bulan Juni, Beijing berjanji akan menerapkan tarif 25% ke produk-produk AS, termasuk kedelai, dan mengimplementasikan hukuman tersebut tanggal 6 Juli sebagai respons dari bea impor yang AS kenakan ke produk-produk China dengan jumlah yang sama.

"Jumlah itu sesuai dengan prediksi pasar. Semua orang mengirim biji-bijian Brasil dengan volume besar dan mengumpulkan lebih banyak stok di awal karena khawatir akan cekcok perdagangan," kata Tian Hao, analis senior di First Futures, seperti dilansir dari Reuters.

Belanja besar-besaran, terutama terhadap biji-bijian Brasil yang sedang musim, mendorong naik harga minyak biji-bijian dari negara Amerika Selatan, serta stok kedelai di China.

Selisih antara harga kedelai AS dan Brasil yang ditawarkan di China naik menjadi yang tertinggi selama lima tahun pada bulan Juni saat kisruh dagang memanas dan pembeli memilih biji-bijian Brasil.


"Kedatangan [pasokan] akan tetap tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Stok kedelai, tepung kedelai, dan minyak kedelai sangat tinggi," kata Tian.

Stok nasional kedelai China sampai hari Selasa (10/7/2018) adalah 8,52 juta ton, hampir mendekati konsumsi bulan lalu dan merupakan rekor tertinggi sejak setidaknya tahun 2010. Stok telah naik lebih dari 50% sejak pertengahan April, ketika cekcok dagang antara kedua perekonomian terbesar di dunia pertama kali memanas.

Marjin penghancuran minyak biji-bijian, yang tertekan oleh stok yang tinggi dan kerugian di sektor peternakan babi, sudah negatif sejak akhir April.

Kedelai, yang dihancurkan untuk membuat minyak goreng dan bahan baku tepung kedelai yang merupakan pakan ternak berprotein tinggi, adalah ekspor pertanian terbesar AS ke China tahun lalu dengan nilai US$12,3 miliar (Rp 176,9 triliun), menurut Kementerian Pertanian AS.

China, pengimpor 60% kedelai yang dijual di seluruh dunia, membeli 32,9 juta ton dari AS di tahun 2017 dan menyumbang 34% dari total pembelian.

Impor minyak sayur di bulan Juni adalah 529.000 ton, turun 11,8% dari bulan sebelumnya tetapi naik 35,6% dari setahun yang lalu.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading