Kena Tarif Eropa, Harga Harley Bisa Melonjak Jadi Rp 560 Juta

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
27 June 2018 15:18
Kena Tarif Eropa, Harga Harley Bisa Melonjak Jadi Rp 560 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - Harley-Davidson, pabrikan motor mewah yang menjadi ikon Amerika Serikat (AS), dinilai kehabisan opsi dalam merespons badai turunnya penjualan dan ancaman tingginya bea impor.

Hal itu dikatakan oleh Jamie Katz, Senior Equity Analyst Morningstar, dikutip dari CNBC International hari Rabu (27/6/2018).

Dia menuturkan memindahkan sejumlah operasional ke luar negeri merupakan solusi yang logis bagi Harley agar tetap membuat harga jual stabil dan membuat produk inovatif yang diproduksinya memiliki harga kompetitif.


Alasan lainnya, kata Jamie, adalah agar konsumen Harley yang ada di luar negeri tidak merasa asing.

Pada Senin lalu, Harley yang berbasis di Milwaukee, mengumumkan akan memindahkan produksi ke luar negeri untuk menghindari tarif balasan yang dikenakan Eropa terhadap produk AS.

Uni Eropa sendiri mengatakan akan menerapkan tarif 31%, naik dari saat ini 6%, terhadap produk impor dari Amerika Serikat sebagai respons kebijakan Presiden Donald Trump soal baja dan aluminium.

Artinya, harga jual sepeda motor Harley-Davidson bisa bertambah US$2.200 (Rp 30,8 juta). Ini berarti harga total bisa mencapai US$ 40.000 (Rp 560 juta), level di mana harga itu tidak terjangkau bagi banyak konsumen.



Harley juga memperkirakan sengketa perdagangan ini dapat membebani perusahaan antara US$90 juta hingga US$100 juta per tahun.

Namun, Trump mengatakan rencana Harley mengalihkan produksi ke luar negeri karena ada sengketa dagang hanya merupakan alasan karena perusahaa telah mengumumkan pindahnya operasional ke Thailand sejak Mei 2017 atau jauh sebelum dia mengumumkan tarif. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading