Menteri Bambang: Studi Pemindahan Ibu Kota Telan Dana Rp 40 M

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
07 June 2018 12:09
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mengungkapkan dana untuk melakukan studi pemindahan Ibu Kota mencapai Rp 40 miliar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Studi atau kajian pemindahan Ibu Kota ke luar Jakarta terus dilakukan meski di akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengungkapkan dana untuk melakukan studi pemindahan Ibu Kota mencapai Rp 40 miliar.

"Pemindahan Ibu Kota kajian sudah mulai tahap awal. Anggaran sendiri Rp 1,8 miliar [2017]. Untuk 2018 diharapkan menjadi lebih concern kegiatannya, sebagian besar sudah selesai, usulannya anggaran kajiannya Rp 26 miliar. [...] Namun ada kebutuhan untuk dilanjutkan sehingga anggaran nambah diusulkan Rp 13 miliar. Jadi untuk totalnya Rp 40 miliar ," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas di Gedung DPR, Kamis (7/6/2018).

Dijelaskan Bambang, studi yang disiapkan ini dilakukan secara lengkap dan detil. Sehingga nantinya apakah Presiden Jokowi memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota sudah memiliki dasar yang kuat.


"Studi ini kami siapkan, nanti apakah mau dilaksanakan atau tidak itu keputusan pemrintah yang pasti kalau ada keputusan sudah ada studi lengkap dengan detil. Saat ini masih berlangsung," papar Bambang

Rencana pemindahan Ibu Kota sejatinya sudah tersiar sejak lama. Bahkan pada awal tahun ini, Bappenas mengaku sudah menyerahkan kajian tahap awal pemindahan Ibu Kota kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam kajian tahap awal itu, masih terfokus pada tiga wilayah yang menjadi kandidat utama pengganti Ibu Kota saat ini. Antara lain, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Meski demikian, Bambang enggan merinci apa yang menjadi fokus pemerintah dalam kajian tahap pertama yang diselesaikan itu. Namun, Bambang menegaskan, kajian tersebut akan terus dilakukan.


(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading