Jonan: Olah Batu Bara Jadi LPG Bisa Hemat Rp 28 T

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
31 May 2018 08:45
Jonan: Olah Batu Bara Jadi LPG Bisa Hemat Rp 28 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pengolahan batu bara menjadi gas metana atau coal bed methane (CBM) yang dia sebut dapat menekan kebutuhan impor atas LPG hingga US$2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun tiap tahun.

Dia merinci kebutuhan LPG nasional per tahun bisa mencapai 6,5 juta ton, di mana sekitar 3,5 hingga 3,75 juta ton masih dipenuhi dari impor.


"Kira-kira [tekan impor] US$2 miliar per tahun kalau coal bisa diubah jadi gas untuk pengganti impor LPG," tutur Jonan, Rabu (30/5/2018).

Pemanfaatan batu bara ia yakini dapat menghemat pengeluaran negara karena tidak bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia. Setidaknya, Jonan mengatakan investasi atas pengembangan CBM ekonomis dengan harga minyak di atas level US$50 per barel.


Namun, dia mengaku dalam penerapannya memang dibutuhkan beberapa penyesuaian, seperti kompor yang harus didesain agar tidak menyebabkan korosif.

"Karena coal kalau diubah jadi gas, sifatnya korosif," jelasnya.

Pemanfaatan CBM di China, kata Jonan bisa menjadi contoh. Sebab, negeri tirai bambu telah memanfaatkan batu bara sebagai banyak hal, salah satunya bahan bakar minyak jenis avtur.


Maka dari itu, dia mendorong berbagai pihak yang ingin mengembangkan CBM dan menjanjikan izin akan sangat dipermudah.

"Kami juga mendorong kalau Pertamina mau, kalau mau kerjasama dengan perusahaan batu bara membuat coal to gas," ujar dia. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading