Biaya Renovasi GBK Rp 770 M dan Tangisan Menteri Basuki

News - Herdaru Purnomo & Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
19 February 2018 11:56
Biaya Renovasi GBK Rp 770 M dan Tangisan Menteri Basuki
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 14 Januari 2018 kemarin baru saja meresmikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) paska renovasi besar. Peresmian dilakukan bertepatan sebelum berlangsungnya pertandingan persahabatan antara Indonesia dan Islandia.

Namun, selang sebulan SUGBK sudah dirusak. Di sela pertandingan Final Piala Presiden 2018, Stadion Utama tersebut dirusak oleh beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sebagai informasi, renovasi GBK dilakukan sejak bulan Agustus 2016 dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 769,7 miliar. Sedangkan, konsultan manajemen konstruksi adalah PT Deta Decon dan PT Multi Karadiguna Jasa KSO dengan nilai kontrak Rp 10,2 miliar.


Setelah renovasi, pencahayaan GBK saat ini berkekuatan 3.500 lux atau tiga kali lebih terang dari sebelumnya. Sistem pencahayaan juga terintegrasi dengan sistem tata suara yang berkekuatan hingga 80 ribu watt PMPO. Selain itu, kualitas kursi juga menjadi lebih baik dengan jenis satu kursi lipat (single seat flip up) yang telah memenuhi standar aksesibilitas evakuasi sebanyak 80.000 kursi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pun tak kuasa meneteskan air matanya saat menyaksikan pagar pembatas GBK rubuh.

“Pas kejadian, saya di Yogyakarta. Saya liat itu, saya nangis betul karena ini perjuangan,” kata Basuki, Senin (19/2/2018).

Menurutnya, butuh perjuangan keras merenovasi SUGBK dalam rangka penyelenggaraan Asian Games 2018. Salah satunya, adalah meyakinkan Dewan Olimpiade Asia bahwa stadion tersebut bisa menyelenggaran pagelaran akbar di kawasan Asia itu.


Apalagi, lanjut dia, renovasi stadion tersebut murni berasal dari kas keuangan negara. Artinya, dana yang dipergunakan pemerintah merenovasi stadion yang dibangun pada pertengahan 1958 itu berasal dari pungutan pajak seluruh masyarakat Indonesia.

“Ini yang buat hati saya sedih. Kenapa tidak merasakan bagaimana tanggung jawab saya untuk menyelesaikan ini. Silahkan dipakai, tapi jangan dirusak,” katanya.

Stadion Utama Gelora Bung Karno gunakan rumput jenis zoysia matrella, yang merupakan rumput kelas 1 standar FIFA. Selain itu, teknologi canggih lainnya melengkapi fasilitas di dalamnya seperi lighting, kursi, dan beberapa lift yang menghubungkan tribun.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading